Sabtu, 18 Agustus 2018

Sampah Jakarta Bertambah 650 Ton Selama Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Selama Ramadan, volume sampah di ibu kota diperkirakan naik 5 hingga 10 persen. Peningkatan sampah selama Ramadan diperkirakan mencapai 650 ton per hari, estimasi dari volume sampah sebanyak 6.500 ton per hari.

    "Setiap harinya bisa terangkut semua sampah ini dengan menambah rit. Kami juga sudah mengimbau pada swasta untuk lebih giat melakukan pengangkutan karena 60 persen sudah diserahkan ke swasta," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna ketika dijumpai usai Rapat Pimpinan dengan Gubernur di Balai Kota Jakarta, Senin 8 Agustus 2011.

    Keadaan ini akan berbalik menjelang Lebaran. Pada saat warga Jakarta banyak mudik, volume sampah biasanya juga menurun drastis. "Jumlah penduduk yang biasanya mudik 3-4 juta jiwa. Penurunan volume sampah tergantung dari jumlah yang mudik. Estimasinya satu orang sampahnya sekitar setengah kilogram," kata Eko.

    Untuk mengatasi meningkatnya volume sampah di bulan Ramadan, Dinas Kebersihan mengimbau operator swasta dan perangkat kebersihan pemerintah meningkatkan intensitas pengangkutan sampah. "Semestinya pengangkutan sampah dilakukan setiap hari, tetapi polanya masing-masing pengelola berbeda. Apalagi sekarang 60 persen pengangkutan sampah dipegang swasta," tambah Eko.

    Keterbatasan sumber daya manusia dan kendaraan pengangkut sampah juga menghambat pengangkutan sampah setiap harinya. "Idealnya ada 2.000 lebih angkutan, tetapi saat ini baru 1.100 angkutan. Yang 400 milik pemerintah, sedangkan sisanya swasta," kata Eko.

    Begitu pula dengan sumber daya manusia. Banyaknya PNS yang pensiun dan minimnya penambahan petugas kebersihan baru juga semakin meminimalkan jumlah petugas kebersihan. "Tahun 2007 ada sekitar 3.000 petugas kebersihan. Saat ini hanya tinggal sekitar 1600," Eko melanjutkan.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga