Selasa, 21 Agustus 2018

Apa Kata Jokowi Soal Sampah Jakarta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Joko Widodo (Jokowi) berkeliling kampung dengan berjalan kaki di sekitar Tanah Tinggi, Galur, Jakarta Pusat Senin (25/06). Jokowi memulai kegiatan kampanye mereka dengan memfokuskan pada lokasi padat penduduk dan mengunjungi rumah Ibadah. TEMPO/Dasril Roszandi

    Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Joko Widodo (Jokowi) berkeliling kampung dengan berjalan kaki di sekitar Tanah Tinggi, Galur, Jakarta Pusat Senin (25/06). Jokowi memulai kegiatan kampanye mereka dengan memfokuskan pada lokasi padat penduduk dan mengunjungi rumah Ibadah. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah sampah di DKI Jakarta bagai tak ada habisnya. Setidaknya ada 25 ton sampah per hari yang diangkut dari kali itu, ke areal penyaringan sampah Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

    Jumlah tersebut bisa meningkat dua kali lipat jika hujan tiba. Sampah sepanjang Kali Sunter, nyangkut di penyaringan tersebut bisa melonjak hingga 50 ton.

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku sudah keliling dunia untuk mencari ilmu pengolahan sampah. "Memang rumusnya pengolahan dari awal hingga akhir, tak ada yang lain," katanya kepada Tempo, Kamis, 28 Juni 2012.

    Menurut Joko, pengolahan sampah harus dimulai dari awal. Sampah sudah terbagi mana sampah hijau, sampah plastik, atau sampah logam. "Mana yang masuk tempat penampungan sementara dan mana yang masuk tempat pembuangan akhir," kata dia.

    Joko mengatakan, pengolahan sampah akan sulit jika tidak dimulai dari awal. "Lihat saja sekarang, hingga 30 persen sampah Jakarta masuk sungai," tuturnya.

    Kemudian, Joko menganggap tempat pembuangan akhir sampah harus digarap, dan diberi suntikan dana. "Jika APBD tidak mampu menanggung, dana bisa didatangkan dari investor," tutur dia.

    Nantinya, sampah akan dibakar jadi untuk menjadi sumber listrik, dan ada juga yang diubah menjadi kompos.

    MUHAMAD RIZKI

    Berita terkait
    Curhat Jokowi Soal Ganasnya Persaingan Politik Jakarta
    Macet, Jokowi Pilih Naik Motor
    Ahok Kampanye, Setengah Penduduk Pulau ''Dibawa Kabur'' 
    Fauzi-Nara Tambah Empat Partai Pendukung
    Kader PKS Jadi Relawan Hidayat-Didik
    Tanpa Tompi, Faisal ke Pasar Baru
    Pulau Sampah Janji Alex-Nono


     

     

    Lihat Juga