Selasa, 21 Agustus 2018

FPI Berlagak Jagoan, Warga Melawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi anarkis dengan membakar kayu dan memblokir jalan raya di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten, (6/6). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Massa dari Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi anarkis dengan membakar kayu dan memblokir jalan raya di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten, (6/6). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Kendal - Wakil Ketua Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Kendal, Ellen Kurnialis, mengatakan bentrokan antara warga Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, dan Front Pembela Islam disebabkan masyarakat kesal dengan ulah anggota FPI dari Temanggung yang melakukan sweeping di lokalisasi dan penjual judi Togel di Kendal.

    Sebenarnya, menurut Ellen, masyarakat Sukorejo resah dengan adanya lokalisasi Alaska di Sukorejo dan menjamurnya judi Togel. Namun, masyarakat tersinggung dengan ulah FPI yang main hakim sendiri.

    "Mereka bukan orang Sukorejo, tapi bikin onar di Sukorejo," kata Ellen kepada Tempo, Kamis, 18 Juli 2013. Ellen tinggal di Sukorejo. Dia menyaksikan saat bentrok terjadi.

    Insiden bentrokan antara warga Sukorejo dan FPI terjadi Rabu kemarin. Bentrok terjadi karena warga tidak terima salah satu mobil yang digunakan rombongan FPI menabrak beberapa warga, termasuk aparat kepolisian, hingga satu di antaranya meninggal, yakni Tri Muniarti, 40 tahun, warga Desa Krikil, Pageruyung. Guru SD Negeri Krikil itu meninggal beberapa saat setelah tertabrak dan terseret mobil FPI hingga 50 meter.

    "Dua hal itulah penyebab ratusan warga Sukorjo menghadang dan melempari FPI," kata Ellen.

    Sony Irawan, salah satu saksi mata, mengatakan rombongan massa FPI panik karena dicegat dan dilempari warga. Karena panik, mobil yang digunakan melaju kencang ke arah Temanggung. Saat itu mobil menabrak sepeda motor yang dikendarai Tri Muniarti dan suaminya. Mobil juga menerjang kerumunan massa. "Massa FPI mungkin takut dan berniat pulang ke Temanggung," ujarnya.

    Mobil akhirnya diberhentikan warga, lalu dibakar. Penumpangnya melarikan diri.

    Kepala Kepolisian Resor Kendal Ajun Komisaris Besar Polisi Asep Jenal Ahmadi membenarkan hal tersebut. "Masyarakat marah dengan tindakan FPI yang main hakim sendiri," ujarnya.

    Polisi gagal melerai kedua pihak. Akhirnya, polisi mengamankan puluhan massa FPI di Masjid Besar Sukorejo. Mereka tak langsung bisa dipulangkan karena ribuan warga mengepung masjid. Evakuasi baru selesai selepas buka puasa.

    SOHIRIN

    Berita Terpopuler:
    7 Bisnis Spektakuler Incaran Yusuf Mansur

    Dahlan Iskan:Yusuf Mansur Mau Beli Bank Muamalat

    Dahlan: Saya Tak Mau Nama Yusuf Mansur Jelek 

    Yusuf Mansur Minta Maaf Langgar Aturan

    FPI Jawa Tengah Ancam Kerahkan Massa ke Kendal

    FPI Bentrok dengan Warga Kendal


     

     

    Lihat Juga