Selasa, 21 Agustus 2018

Jejak Pelanggaran HAM Hambat Wiranto-Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Cawapres Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Capres Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Cawapres Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris mengatakan dua calon presiden pada Pemilu 2014, Wiranto dan Prabowo Subianto Djojohadikusumo, sulit lepas dari dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Bahkan, isu pelanggaran hak asasi ini bakal tetap lekat ketika salah satu dari mereka memenangi Pemilihan Umum 2014.

    "Wajar saja jika muncul kekhawatiran (terjadi lagi pelanggaran) HAM kalau mereka jadi presiden," kata Syamsuddin saat dihubungi Tempo, Senin, 9 Desember 2013.

    Bahkan di negara lain, dia melanjutkan, sedikit peluang bagi tokoh yang terlibat urusan hak asasi manusia untuk menjadi presiden. Meski tokoh tersebut sudah meminta maaf dan dimaafkan oleh masyarakat. Namun, pelanggaran hak asasi manusia dianggap seperti kecacatan seorang tokoh.

    Akan tetapi, hal tersebut agaknya tak terjadi di Indonesia. Sebab, Syamsuddin menduga masih ada sebagian masyarakat yang cenderung abai dengan dugaan pelanggaran hak asasi yang dilakukan Wiranto dan Prabowo. Mayoritas masyarakat tersebut masuk dalam golongan bawah yang tingkat pendidikannya rendah.

    Selain itu, belum adanya tradisi pemilihan umum yang sehat dan normal mengurangi kepekaan masyarakat terhadap calon pemimpinnya. "Masyarakat harus mulai jeli melihat rekam jejak dan integritas calon pemimpin," kata dia. "Masyarakat tak boleh mudah terpesona janji muluk calon presiden."

    Syamsuddin mengatakan dugaan pelanggaran hak asasi manusia bakal menjadi hambatan bagi Wiranto dan Prabowo untuk bertarung sebagai calon Presiden 2014. Pasalnya, sebagian masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah ke atas, masih ingat dengan dugaan kejahatan hak asasi yang mereka lakukan.

    Prabowo diduga terlibat pelanggaran hak asasi di Timor Leste pada medio 1990-an dan penculikan sejumlah aktivis tahun 1997. Sementara Wiranto diduga bertanggung-jawab atas kerusuhan tahun 1998, saat itu dia menjabat Panglima ABRI.

    Wiranto secara terang-terangan sudah menasbihkan diri sebagai calon Presiden 2014 dari Partai Hati Nurani Rakyat. Dia berpasangan dengan bos MNC Grup, Hari Tanoe, sebagai calon Wakil Presiden. Sementara Prabowo juga sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018