Minggu, 19 Agustus 2018

SBY: Pemimpin Jangan Terlalu Sering Blusukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Teten Masduki  berjalan menuju pasar Cisarua Bogor, Jawa Barat  (29/03). Dalam blusukan ke pasar Jokowi  bertemu  dengan ibu-ibu selama kampanye legislatif yang dilanjutkan  membeli beberapa jenis sayuran. TEMPO/Dasril Roszandi

    Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Teten Masduki berjalan menuju pasar Cisarua Bogor, Jawa Barat (29/03). Dalam blusukan ke pasar Jokowi bertemu dengan ibu-ibu selama kampanye legislatif yang dilanjutkan membeli beberapa jenis sayuran. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melayangkan kritik kepada sosok pemimpin yang gemar blusukan atau menemui masyarakat. SBY menilai blusukan sangat penting dalam proses kepemimpinan, tetapi tak perlu terlalu sering.

    "Melayani tak harus datang ke rumah-rumah (penduduk), meningkatkan kesejahteraan tak harus jalan ke sana sini. Bukan seperti itu," kata SBY dalam acara peringatan Hari Otonomi Daerah di Istana Negara, Jumat, 25 April 2014. (Baca juga: SBY-Prabowo Serang Jokowi Jelang Pencoblosan )

    Pemimpin yang paling gemar blusukan adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang kini maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Elektabilitas Jokowi, nama panggilan Joko Widodo, melejit melebihi tokoh lainnya. itu terjadi karena antara lain kegiatan menyambangi masyarakat dan pedagang yang disebut blusukan.

    SBY memaparkan pemimpin yang ideal adalah orang yang gigih bekerja keras demi kepentingan masyarakat. Menurut dia, seorang pemimpin yang dekat, melayani, dan meningkatkan kesejahteraan justru terwujud dalam hati dan pikiran yang selalu terarah pada masyarakat.

    Hal ini tampak bukan pada tindakan blusukan, tetapi dari kebijakan dan program prorakyat yang dikeluarkan. Selain itu, kata SBY, tampak dari keinginan untuk mendengarkan aspirasi dan rela berkorban. "Pemerintah sendiri sudah bekerja keras dan menjalankan manajemen pemerintahan yang baik," ujar Ketua Umum Partai Demokrat itu. (Baca: Jokowi Blusukan Dibuntuti TV Prancis)

    Dalam sambutannya SBY juga menyinggung perihal pergantian kepemimpinan dan pemerintahan. Menurut dia, meski semuanya berganti, pemahaman tentang pemimpin harus tetap sama, yaitu memimpin pemerintahan yang melayani masyarakat.

    "Pemimpin itu datang dan pergi, pemerintah silih berganti. Pastikan agar negeri yang kita cintai tak pernah kering sosok pemimpin," kata SBY.

    SBY hari itu menyerahkan penghargaan Parasamya Punakraya Nugraha kepada sepuluh pemerintah daerah yang terdiri dari tiga pemerintah provinsi, empat pemerintah kota, dan tiga pemerintah kabupaten.

    Pemprov yang mendapat penghargaan adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan dari kategori Pemkot adalah Cimahi, Yogyakarta, Depok, dan Tangerang. Kategori Pemkab jatuh pada Pacitan, Jombang, dan Sleman.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Topik terhangat:
    Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan
    Gagal ke Senayan, Roy Suryo Tuding Ada Manipulasi
    Kebakaran Pasar Senen, 33 Unit Damkar Diturunkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.