Bentrokan Suriah meluas ke Lebanon

Bentrokan Suriah meluas ke Lebanon

Sejumlah orang dilaporkan tewas dalam baku tembak antara pemberontak Suriah dan kelompok pejuang militan Lebanon, Hisbullah.

Sejumlah orang dilaporkan tewas dalam baku tembak antara pemberontak Suriah dan kelompok pejuang militan Lebanon, Hisbullah.

Sumber keamanan setempat mengatakan bentrokan terjadi di sisi perbatasan Lebanon, dekat kota Baalbek.

Hisbullah biasanya berjuang bersama tentara di Suriah, namun bentrokan seperti ini jarang menyebang ke tanah Lebanon.

Laporan kematian akibat bentrokan Baalbek, belum diverifikasi secara independen, namun kantor berita Reuters mengutip sumber keamanan Lebanon pada Minggu (02/06) dan mengatakan bahwa sedikitnya 15 orang tewas.

Dilaporkan, setidaknya satu pejuang Hisbullah juga tewas diantara mereka.

Media Lebanon, mengutip pejabat setempat, mengatakan para pemberontak telah bersiap untuk meluncurkan roket ketika bentrokan pecah.

Pemberontak Suriah sebelumnya telah mengancam kelompok Hisbullah di Lebanon sebagai pembalasan atas dukungan Hisbullah ke pemerintahan Suriah.

Pemberontak sudah sering menembakkan roket ke Lebanon, termasuk beberapa kali pada Sabtu (01/06) kemarin.

Wartawan BBC, Jim Muir, di Beirut mengatakan bentrokan ini menjadi gejala adanya kemungkinan meluasnya konflik Suriah.

Hisbullah bersama militer Suriah juga terlibat dalam pengepungan di kota Quasir, yang dianggap sebagai pusat logistik dan rute pasokan untuk senjata diselundupkan ke Suriah.

Palang Merah Internasional mengatakan situasi Qusair kini cukup genting dan ke kota itu agar dapat segera memberikan bantuan.

Palang Merah juga mengatakan pertempuran antara kubu pemberontak dengan pemerintah Suriah telah membuat pasokan obat, makanan dan air menjadi langka.

Aktivis kelompok oposisi mengatakan kepada BBC pada hari Jumat (31/05) ada sekitar 30 ribu warga sipil yang masih berada di kota Qusair.

Kawasan Qusair saat ini masih dikuasai oleh kelompok pemberontak namun berada dalam .

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X