Harapan untuk Kaji
Rabu, 03 Desember 2008 | 11:51 WIB
Komentar (1)
0
0
-Selanjutnya, setelah yang satu ini lewat-
Republik selalu mendapat pelajaran amat mahal. Usia bertambah, repurtasi melorot dan pencapaian cita-cita bangsa semakin jauh. Tertinggal kelas terus.
Kepala Daerah produk otonomi daerah disetiap daerah berkuasa bak Raja-raja Kecil. Menteri-menteri tak lagi mau jadi Pembantu Presiden. Bak tuan Presiden Departemen-departemen. Alhasil sang Dirigen mengayunkan tongkat komando, lagu, irama dan syairnya berbeda-beda. (sambil membelakangi sang Dirigen pula. Tak menghiraukan Penonton yang sudah bayar tiket mahal).
Suzuki thunder, 10/10/2010 15:36:39 wib
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan