Harapan untuk Kaji

Rabu, 03 Desember 2008 | 11:51 WIB

Komentar (1)

    0       0

    -Selanjutnya, setelah yang satu ini lewat-
    Republik selalu mendapat pelajaran amat mahal. Usia bertambah, repurtasi melorot dan pencapaian cita-cita bangsa semakin jauh. Tertinggal kelas terus.
    Kepala Daerah produk otonomi daerah disetiap daerah berkuasa bak Raja-raja Kecil. Menteri-menteri tak lagi mau jadi Pembantu Presiden. Bak tuan Presiden Departemen-departemen. Alhasil sang Dirigen mengayunkan tongkat komando, lagu, irama dan syairnya berbeda-beda. (sambil membelakangi sang Dirigen pula. Tak menghiraukan Penonton yang sudah bayar tiket mahal).

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan