Pecah Kongsi SBY-JK

Senin, 23 Februari 2009 | 18:17 WIB

Komentar (6)

    0       0

    Teliti sebelum membeli, anjuran para Pedagang kepada Konsumennya. Maksud baik, agar Konsumennya mendapatkan layanan dan kepuasan yang maksimal. Bukan semata mendapatkan laba. Itu baru \"jual beli barang\"...
    Didepan Loket tiket KA ada tulisan besar : hati-hati penipuan

    0       0

    Kalau keduanya SBY dan JK sudah tidak berhasil mencapai sesuatu yang diharapkan oleh rakyat selama 5 tahun ini mengapa pasangan harus diteruskan. Bangsa dan Negara tidak menilai nama SBY atau nama JK melainkan menilai kemampuannya. Oleh karena itu rakyat mengharapkan pasangan baru atau lebih baik Presiden baru. Negara jangan digunakan untuk experiment. 5 Tahun gagal mundur. 5 Tahun cukup dijadikan indikasi keberhasilan atau kegagalan seorang President.

    0       0

    \"Saya bukan simpatisan Golkar maupun Demokrat, namun saya berpendapat bahwa yang namanya kerjasama atau koalisi ya semua negosiasi harus didasarkan pada
    anggapan bahwa masing-masing sederajat. Duduk sama rendah,berdiri sama
    tinggi. Tidak bisa kalau salah satu pihak menganggap dirinya lebih super daripada pihak yang lain. Kecuali kalau itu bukan koalisi, tetapi \"mengabdidan menghambakan diri\"!!!

    0       0

    Silahkan untuk Pak JK bersaing yang penting sehat melalui jalur yang benar jangan menghalalkan cara.
    Untuk SBY jangan terlalu pede dan sombong silahkan bertarung walaupun di atas kertas bapak pemenangnya tapi kalau sombong yang jadi pecundang dan pembual saja.

    0       0

    Biarlah kalla jadi pecundang...,sudah meludah mau diapain... maju terus Demokrat

  • 1
  • 2
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan