Tiga Tahun Disembur Lumpur

Jum''at, 29 Mei 2009 | 15:56 WIB

Komentar (14)

    2       0

    jangan trlalu brharap dengan ganti rugi.sbab orang yang mau mngganti itu tak mau rugi.habis waktu kita mnanti ganti rugi.buatlah sdikit tindakan yang lbih dramatis,supaya nasib kita orang lain ambil pduli.kita brada pada negara yang sistem kinerjanya brtele2.anda hidup di ngara ini sjak anda dilahirkan.mestinya sudah tahu cara playanan di negri kita ini.ambil sikap tegas,bila harga diri anda orang lain sudah tidak ambil pduli.hak anda, orang lain sudah rampas.apa yang mnjadi hak anda orang sudah binasakan.biarlah ksalahan teknis skalipun.
    pngusaha untung rugi itu masalah dia.dia mau mampus urusan dia.enak tanggung sndiri susah tanggung sndiri.

    2       0

    Maka nanti : Teliti sebelum membeli, anjuran para Pedagang kepada Konsumennya. Maksud baik, agar Konsumennya mendapatkan layanan dan kepuasan yang maksimal. Bukan semata mendapatkan laba. Itu baru \"jual beli barang\"...
    Didepan Loket tiket KA ada tulisan : hati-hati penipuan, awas copet

    1       0

    Duh sebel ngliat yang bikin bencana malah bisa berleha-leha..

    0       1

    Duh sebel ngliat yang bikin bencana malah bisa berleha-leha..

    3       0

    Saya bersyukur karena Lapindo bukan milik pengusaha keturunan.
    bisa dibayangkannnn..pasti dedel-duel dan ludesss-desss..sampai bongkotan\'e rek!!!

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan