Menolak Minta Maaf
Rabu, 30 Desember 2009 | 15:37 WIB
Komentar (6)
Nggak mau minta maaf, nggak apa2 kok. Karena GYA mengulangi perbuatannya spt tahun2 yang lalu, yaaaa, ... kita hanya mau bicara : \"tiada maaf bagimu ....\" beres toh
Web via TempointeraktifGeorge mungkin benar, tapi saya tak yakin 100% benar. Masih harus diuji, hemat saya pada sisi bagaimana ia mendifinisikan tentang \"fakta\". Data wawancara dari orang dalam tentu bukanlah fakta yang bulat-otentik. Orang dalam juga bisa ber-opini. Harus ada pergerakan cash-flow / bailing pada setiap yang diduga, khan sudah ada PPATK. Kalo kita tak lagi mempercayai lembaga yang kita percayai menghimpun fakta, ya mosok mau mempercayai opini. Jadi, It is just the game ! Penguasa juga jangan reaksionerlah. Buka saja debat akademik di UI kek, di Paramadina kek. Pokoknya debat akademiklah.
Web via Tempointeraktifapa yg ditulis oleh pak george dalam buku tsb bisa saja mengandung kesalahan2 tetapi karena sudah terlanjur beredar maka lebih baik dilakukan debat terbuka aja antara pak george dgn pihak-pihak yg merasa dirugikan secara live ditelevisi supaya disaksikan langsung ama masyarakat. kalo bisa dari ubuh ampe ke ubuh lagi kek ... biar cpt kelar!.
Web via TempointeraktifBerdasarkan yg sdh2, apapun yg ditulis George tetap hanya jadi sensasi tapi tak pernah ada solusi, artinya George dpt uang dan terkenal, selain itu tapi ngga ada yg untung...percaya deh !
Web via Tempointeraktifsetelah membaca buku bung george, saya mempunyai kesimpulan, bahwa para punggawa sby tidak kreatif, bahkan cenderung mau mengulang, kalau tidak mau disebut plagiat, dengan apa yang pernah dilakukan oleh zaman Soeharto, sehingga mudah sekali dibaca gerak-geriknya, ayo dong kreatif !!
Web via Tempointeraktif- 1
- 2