Sang Pendobrak dari Jombang

Kamis, 31 Desember 2009 | 11:43 WIB

Komentar (34)

    2       0

    gak baca dengan benar tulisan saya ya. Saya kan bilang, kalau mau ngejek gak usah belajar jauh-jauh ke Jerman ke saya aja. Terhadap Gus Dur saya hormat, meski kadang saya juga gak sependapat dengan apa yang dilakoninya. Seperti Anda dg orang tua Anda, walau mungkin tidak setuju saya yakin pasti Anda akan tetap menghormatinya. Begitu bung. Ok

    1       0

    mas handoko, saya mengajak mari kita memandang lebih kritis pada diri sendiri, berikan pencerahan pada ummat untuk kembali kepada Allah, dengan hikmah, kurang etis menilai orang yang telah meninggal, seburuk-buruk orang masih ada baiknya, sebaik-baik orang ada kekurangannnya, mari ambil hal baik, semoga Allah lembutkan hati kita....

    0       0

    Dia sebenarnya pengagum Gus Dur yang hanya menguji tingkat rasional kita dalam mengenal Gus Dur....

    0       0

    Naudzubillah mas, apa yang anda pelajari di Frankfurt? adakah seseorang yang menjadi hamba dari seorang hamba? Gus Dur tak pernah meminta bahkan melarang seseorang tuk memuja hamba, beliau menyuruh kita agar beribadah karena Allah, bukan untuk yang lainnya. Selepas \"kuliah\" nanti apa anda akan kembali ke Tuban? semoga saja kota Tuban masih berkenan menerima anda....

    0       9

    maka pada suatu saat dia akan terhina.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan