Mafia Kasus Asian Agri Diincar

Kamis, 18 Februari 2010 | 14:20 WIB

Komentar (18)

    0       0

    saya pembayar pajak terbesar. yang dapat membuktikan Mas Hendarwan pribadi karena sudah 40 tahun saya menggali udara dan devisa.

    0       0

    Sukanto Tanoto termasuk orang terkaya didunia,Percuma kalau ngmplang uang rakyat,maka sidik pajaknya Asian Agri,pasti banyak yang haram di dalam, uang haram kok bisa terkaya didunia, weleh weleh capek deh.....

    0       0

    Agar lebih berdaya guna dan berhasil guna serta meningkatkan kepercayaan publik, apakah tidak sebaiknya SATGAS PENEGAK HUKUM mengusut terlebih dulu pengemplang pajak yang telah terbukti dan telah terpublikasikan.
    akh... andaikan pajaknya dapat diambil oleh negara... saya tidak mendengar lagi rakyat makan nasi aking, tidak terdengar lagi rakyat kurang gizi.
    Nah.. saya pernah mendengar dan membaca kalau salah satu atau salah semua dari anak perusahaan milik Bakrie termasuk pengemplang pajak sehingga SBY sendiri sempat merah mukanya di TV, kasian SBY kalau marah kelihatan tidak cakep kata mbok2 di pasar.
    Oh ya bang Denny upayakan stiap hari beritakan kasus2 tersebut di TV.. jadi kalau ada sesuatu dengan Satgas ini rakyat dapat mengerahkan masa membantu tugas SATGA. OK.. selamat berjuang SATGASKU SAYANG

    0       0

    Berani maju terus Adhijaksa!Setelah Sukanto, Bakri ,Lippo lalu BCA

    0       0

    Apa berani dan bisa lawan dolar-dolar Sukanto Tanoto..? Tidak ada yang mampu....guritanya mengular ke Polri, Kejaksaan, Pajak. dllsb. Ini benar-benar mega gurita dan bisa melibatkan banyak pejabat tinggi...berani? Selain itu Sukanto Tanoto juga terkait dengan mafia illegal logging dan penguasaan lahan hutan secara manipulatif. Berani usut ini juga? Mampu? Kayaknya gak deh...Gayus dibanding Sukanto Tanoto mah kayak kuman lawan gajah. Sama kuman berani ok lah....sama gajah? Bisa mental Denny.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan