Terpojok di Bangkok
Rabu, 01 Juni 2011 | 12:11 WIB
Komentar (4)
sabar aja teh.ini mungkin ujian terberat diahir hayat teh nunun.namun yakinlah bahwa yg tuhan kehendaki adalah yg trbaik bt teteh.ini bukan ahir segalanya..jaga kesehatan aja.kang adang selalu ada di samping teteh
wkwkwkwwkwkwkwkwkwkkwwk
perkara kalau ybs meninggal khan kadaluarsa, coba pikir khan org org yang punya keluarga koruptor, bunuh saja ybs, uang hasil korupsi tdk habis buat biaya perkara uang jin dimakan setan, kalau jatuh miskin karena ntk biaya pengacara dll, khan mati juga, mati ngenes..........,
Kasihan deh Anak dan cucunya, ikut menderita bathin.
Harusnya , suami legowo utk menyelesaikan hal2 yg berkaitan dgn hukum, di clearkan , sehingga anak dan cucu juga paham.
kalau sudah begini , kan disekolah dan lingkungan bermain anak2 dan cucu jadi ejekan teman2 nya. sadar, sadar, sadar,
anda sudah Tua, bukanya membrikan contoh yg terbaik buat anak dan cucu anda. Tetapi anda malah Terlibat dalam Kriminal...!!!
sadarr woii .
Apakah akan melewatkan sisa hari tua menjadi buron itu pun juga suatu pilihan yang harus ditentukan sendiri. Tidak menyenangkan dikenang sebagai seorang buron oleh anak cucu, ketika kelak Anda sudah berpulang. Apalagi Anda berasal dari keluarga besar Polri. Kiranya kesadaran dan kecerdasan batiniah Anda masih ada melampau sakit lupa berat yang Anda derita saat ini. Semoga. :D