Kisah Duit dalam Kardus Duren

Rabu, 14 September 2011 | 09:21 WIB

Komentar (5)

    1       0

    Staf Khusus itu tugasnya apa ya?
    1. Cari duit ( 99,999...pct haram )
    2. Cari setoran ( ke Partai dsb )
    3. dsb
    4. dst

    1       0

    Muhaimin, tipe pemimpin yang tidak bertanggungjawab. Mana mungkin, proyek transmigrasi tetap dalam wewenangnya. Prosesnya tentu muhaimin yang tahu. Itu bohong kalo muhaimin tidak tahu atau beralasan, namanya dicatut..itu omong kosong..dasar koruptor,maling teriak malik...!

    0       0

    kpk is the best :)

    0       0

    Begitulah system tender proyek di Indonesia, anggaran yang \'real\' terpakai mungkin 50% saja, bahkan bias kurang. Walau pembangunan terus berjalan tapi karena mutu tidak sesuai, pembangunan adalah perbaikan pembangunan yang lalu, begitu seterusnya. tidak da kemajuan berarti walau ana yang dikeluarkan sangatlah banyak!

    0       0

    Uang di kardos duren saya hampir pastikan adalah uang komitment antara Kemmenpora, Bangdar dan Dep Keuangan. Bukan hadiah, bukan tanda terima kasih,bukan grafitasi tetapi uang yang disetujui antara pemenang(sudah ditentukan sebelum tender) yang akan di bagi2 kesemua yang tersangkut pada proyek wisma atleyt mulai dari penyediaan anggaran sampai kontrak. Uang korupsi tersebut dikeluarkan pemenang sesuai termijn makanya Assegaf tidak p;erlu heran kenapa jumlahnya ganjil2.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan