foto

Kembang Api menghiasi Stadion Nasional Beijing pada acara Pembukaan Olimpiade Beijing 2008 di Beijing, 8 Agustus 2008.(AP Photo/Ricardo Mazalan)



Olimpiade Dibuka dengan Sejumlah Kritik

KORAN TEMPO, Beijing:Meski diwarnai sejumlah kritik, ajang pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade, kemarin malam dibuka dengan meriah. Wartawan Tempo Firman Atmakusumah di Beijing melaporkan Presiden Cina Hu Jintao dan Presiden Komite Olimpiade Internasional Jacques Rogge tampak bungah. Mereka berdiri di tengah gegap-gempita acara pembukaan yang disaksikan langsung oleh sekitar 91 ribu penonton dan satu miliar penonton televisi.

"Saat-saat bersejarah yang kita tunggu telah datang," kata Presiden Hu Jintao.

Kemarin malam Cina memang menorehkan sejarah. Meskipun dihujani kritik dari para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat George Bush, Cina menggelar pesta meriah yang melibatkan 10 ribu artis dan menghabiskan dana US$ 40 miliar (Rp 368 triliun atau sepertiga anggaran Indonesia).

Cina menggelar olimpiade itu dengan pengamanan sangat ketat dan sikap keras terhadap barisan pengunjuk rasa. Bandar udara utama di Beijing ditutup selama upacara pembukaan berlangsung. Cina juga menempatkan 100 ribu polisi dan tentara. Mereka yang tidak punya tiket tak bisa mendekat ke stadion dan harus berbalik arah.

Selama berlangsung upacara pembukaan Olimpiade pada pukul 20.08 waktu setempat, bandara ditutup dari segala jenis penerbangan, yang diberlakukan sejak pukul 17.00. Maklum saja, upacara itu dihadiri oleh 80 kepala negara dan pemerintahan, termasuk Presiden Amerika Serikat.

Olimpiade Beijing 2008 ini digambarkan sebagai pesta olahraga yang paling banyak diwarnai masalah politis sejak awal 1980-an. Presiden Bush menyatakan "sangat prihatin" dengan isu hak asasi manusia sebelum terbang ke Beijing. Saat berada di Thailand, Bush menyatakan prihatin atas "sikap tegas" terhadap para pembangkang.

Cina menolak kritik Presiden Amerika Serikat sebagai "campur tangan" terhadap urusan dalam negeri seraya menegaskan akan "mengutamakan rakyatnya". Sementara itu, 40 atlet Olimpiade menulis surat kepada Presiden Hu Jintao menyatakan keprihatinan mengenai cara penanganan Beijing terhadap kerusuhan anti-Cina di Tibet.

Adapun Jacques Rogge, Ketua Komite Olimpiade Internasional, berulang kali membela Cina. Olimpiade, kata Rogge, akan membantu dunia memahami negara itu dan membantu Cina memahami dunia. Ia juga memuji Cina karena upaya "luar biasa" Cina untuk mengurangi polusi menjelang Olimpiade.

"Tidak ada bahaya lagi terhadap kesehatan atlet," kata Rogge. Sehari sebelum pembukaan, BBC melakukan pengukuran terhadap kualitas udara Beijing, ternyata polusi di sana pas dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk negara berkembang. Namun, polusi itu masih terlalu tinggi bila menggunakan standar negara maju. Cina membutuhkan waktu tujuh tahun untuk merencanakan dan menyiapkan olimpiade dengan biaya mencapai US$ 40 miliar.

Selama acara pembukaan Olimpiade Beijing 2008, otoritas setempat mengambil kebijakan meliburkan sekolah, kantor, maupun sentra bisnis selama tiga hari, yakni kemarin, hari ini, dan besok. Bahkan, agar Kota Beijing tak terlalu padat, mereka yang tak punya kepentingan secara langsung dengan Olimpiade dipersilakan meninggalkan kota tersebut. AP | AFP | BBC | XINHUA | ANDREE PRIYANTO

  • Send
  • Print