Mega Tuding Yudhoyono dan Kalla Ikut Jual Gas Murah

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla  terlibat dalam kasus penjualan gas murah ke luar negeri. "Bilang sama Pak Kalla, dia juga ada disitu sama SBY," katanya di kantor Sekretariat PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta, Senin (25/08).

Pejualan gas murah ke luar negeri dipersoalkan panitia angket kenaikkan harga bahan bakar minyak DPR. Fraksi Kebangkitan Bangsa mengusulkan Megawati dipanggil untuk menjelaskan kebijakan menjual gas murah ke luar negeri. Namun, usul ini kandas.

Belakangan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kebijakan menjual gas murah ke luar negeri harus diusut. Megawati yang ketika itu menjadi presiden dinilai bertanggung-jawab.  Jusuf Kalla sendiri saat itu menjabat menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat. Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika itu menjabat menteri pertambangan dan energi.

Dewan Perwakilan Rakyat menggunakan hak angket atas kebijakanpemerintah menaikkan harga minyak. Wakil rakyat juga membentuk panitiakhusus untuk pengusutan kebijakan pemerintah.  Kalla mengatakan, kebijakan energi meliputi tingginya subsidi untuk bahan bakar minyak, harga minyak tinggi, dan penjualan gas dengan harga murah. DPR yang merupakan representasi rakyat, ujar dia, bisa menanyakan dasar kebijakan pemerintah.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq, mengatakan panitia khusus angket harus meminta Badan Pemeriksa Keuangan  mengaudit investigatif tentang kebijakan pengelolaan sektor migas darihulu ke hilir. Panitia khusus harus memanggil Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral di tiga pemerintahan mulai dari Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Panitia khusus juga harus memanggil mantan Presiden Megawati Soekarnoputri . "Untuk mengkonfirmasi kebijakan-kebijakan pemerintahan mereka di bidang migas," ujarnya. 

Dwi Riyanto Agustiar  

 

  • Send
  • Print