Pantauan Hisab Di Samarinda Terhalang Awan

TEMPO Interaktif, Samarinda: Kantor Wilayah Departemen Agama Kalimantan Timur bersama Badan Meteorologi dan Geofisika Samarinda menyatakan belum bisa melihat bulan untuk menentukan awal Ramadan karena faktor cuaca.

Menjelang senja di Samarinda, Kalimantan Timur, diselimuti awan tebal sehingga lensa teropong milik Badan Meteorologi yang digunakan memantau Bulan terhalang.

"Kemungkinannya kecil (bulan terlihat) karena awan terlalu tebal," kata Sutrisno dari Stasiun BMG Samarinda.

Sesaat akan dilakukannya rukyat, Sutrisno menyetel teodolite pada Azimut matahari 278 derajat. Sedangkan untuk azimut bulan, Sutrisni menyetel pada 273 derajat.

Rukyat dilakukan pada 18:16 waktu Samarinda untuk melihat matahari terbenam dan pada . Dan pada pukul 18:37 waktu Samarinda guna melihat bulan muncul dari ufuk.

Firman Hidayat

  • Send
  • Print