Ganti Rugi Petani Super Toy Rp 1,6 Miliar Dibagikan  

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wajah petani Desa Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terlihat sumringah. Berkumpul di pendopo rumah kepala desa, Gandung Sumriyadi, Sabtu (13/9), mereka menerima uang ganti rugi tanaman padi Super Toy HL-2 yang gagal dipanen.
"Uang ganti rugi ini sangat berarti karena sawah satu-satunya sumber pendapatan," kata Budirahayu.

Pria 45 tahun itu terlihat gembira sembari memperlihatkan segepok uang yang baru saja diterimanya. Petani yang menerima ganti rugi sebanyak 427 orang. Luas lahan yang ditanami padi yang diklaim unggul ini mencapai 96,22 hektare terbagi dalam 878 petak sawah.

Kasus gagal panen padi Super Toy di Desa Grabag, bibitnya disuplai PT Sarana Harapan Indopangan. Perusahaan inilah yang kemudian membayar ganti rugi kepada petani melalui Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi. Uang iu diserahkan kepada Gandung yang juga adik kandung Kellik. "Silakan dibagi kepada petani, yang teliti," pesan Kelik kepada Gandung.

Petani sejak pukul 07.00 berdatangan ke pendopo rumah Gandung. Satu per satu petani dipanggil melalui pengeras suara. Setelah menunjukkan identitas, uang langsung dihitung ditempat dan kemudian menandatangani surat tanda terima ganti rugi.

Bustanudin, 50 tahun, anggota Konsultan Pendamping Petani selaku kepanjangan tangan PT Sarana Harapan menyatakan, padi Super Toy yang bisa dipanen boleh dibawa pulang petani. Tanaman padi ini tidak dilanjutkan sampai panenan ketiga sesuai kesepakatan.

Menurut Bustanudin, PT Sarana Harapan mempekerjakan 11 orang Konsultan di Desa Grabag. Mereka dibayar Rp 500 ribu per bulan per orang. Berdasar perhitungan akhir, masih ada uang Rp 670.900. Sisa ini merupakan selisih antara uang yang ditransfer PT Sarana Harapan senilai Rp 1.649.472.500. "Sisa uang kami serahkan kembali ke PT Sarana," kata Bustanuddin.

Petani Grabag sebelumnya marah karena padi unggul yang katanya bisa dipanen tiga kali dalam sekali tanam ternyata tak terbukti. Mereka membakar tanaman itu dan menuntut ganti rugi. Petani tertarik menanam padi ini karena saat panen raya April lalu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Heru CN

  • Send
  • Print