Sedekah ''Maut'' ala Haji Syaikon  

TEMPO Interaktif, Pasuruan: Besaran uang sedekah dari kantor Haji Syaikon Rp 30 ribu per orang. Jumlah ini lebih besar dari yang dibagikan tahun lalu, yaitu Rp 25 ribu. Warga tak peduli harus berdesakan. Barangkali, itulah yang membuat mereka tak kapok. Padahal, tebar sedekah 2007 juga menelan korban, dua orang meninggal karena terinjak-injak saat berdesakan berebut uang.

Haji Syaikon, 55 tahun, dikenal dermawan. Selain pengusaha kulit, ia pedagang mobil. Lahan sawahnya di mana-mana. Rumah yang ditempati Haji Syaikon cukup besar. Berlantai dua di areal sekitar 4.000 meter persegi. Ada bangunan yang dijadikan sarang burung walet.

Rumah bercat hijau muda dengan pagar besi setinggi dua meter, di dalamnya terdapat dua mobil, Suzuki Karimun warna pink dan sedan Mercedes Bens. Rumah ini juga dilengkapi parabola.

Di halaman rumah terdapat aneka binatang peliaharaan. Salah satunya monyet. Setidaknya ada tiga primata di kandang rumah Haji Syaikon. Halaman rumah yang asri dengan pepohonan mangga dan mengkudu itu juga dihiasi taman lengkap dengan reliefnya.

Sebenarnya, pembagian uang berlangsung di Masjid Roudatul Jannah, sekitar 10 meter dari sisi kiri rumah Haji Syaikon. Masjid yang cuma menampung sekitar 300 jemaah itu, sejak pagi dipenuhi ribuan orang.

Di sinilah saban tahun Haji Syaikon membagi duitnya kepada warga sekitar. Umumnya warga mendengar ada pembagian uang haji Syaikon dari mulut ke mulut. Sebagian menguping siaran Radio FM Ramapati Pasuruan. "Sedekah ini juga diiklankan di radio," kata salah seorang warga.

Pembagian uang kali ini sudah memasuki tahun keenam. Mereka yang berbondong-bondong ke Jalan Wahidin, Kelurahan Purut, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, juga dari daerah pedesaan wilayah Kabupaten Pasuruan, sekitar 20 kilomter.

Sedekah Haji Syaikon dimulai dari Rp 10 ribu pada 2001 lalu. Setiap tahun Haji Syaikon menaikkan uang sedekahnya Rp 5.000. "Saya selalu dapat uang dari Pak Haji," ujar Adi Sulistyo, anggota satuan pengamanan Rumah Sakit Umum Daerah Soedarsono Pasuruan.

Menurut Kepala Polres Kota Pasuruan, Ajun Komisaris Besar Herry Sitompul, pembagian sedekah tidak dipersiapkan secara matang. "Baik tempat ataupun tenaganya," kata Herry.

Abdi Purnomo

  • Send
  • Print