Fadel Muhammad Keberatan Diberi Sanksi

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Fadel Muhammadm keberatan jika dirinya diberi sanksi oleh partainya.

Gubernur Gorontalo ini  justru balik bertanya ancaman  Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar itu. "Saya mengkritik sedikit, kok marahnya berlebihan. Ada apa?," tanya Fadel ketika dihubungi Tempo,  Sabtu (20/9).

Pengurus pusat, menurut Fadel, sangat sensitif menerima kritikan yang dilontarkan khususnya menyangkut kekalahan Golkar di sejumlah tempat dalam pemilihan kepala daerah.

Ia menilai pengurus pusat tidak melihat dan mempertimbangkan sejumlah prestasi yang pernah dia ukir sebagai kader Golkar. "Tolong disampaikan kalau saya itu kader Golkar yang  baik," kata dia.

Fadel menyebutkan, sepanjang pemilihan kepala daerah di wilayah Gorontalo pada 2006, dia membuat terobosan. Hasilnya Partai Golkar mendulang  82 persen suara.

Hasil yang jarang dicapai partai pemenang pemilu ini sejak Golkar dipimpin Jusuf Kalla. "Ini salah satu terobosan di daerah," kata Fadel.

Ia menyayangkan kritiknya dibalas dengan munculnya menyudutkan dirinya  di partai. "Kritik yang saya lontarkan supaya pengurus pusat lebih demokratis," ujarnya.

Kritik yang berkembang saling tuding bergulir sejak nama Fadel Muhammad dicopot dari daftar calon legislator yang disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum beberapa waktu lalu. Senin nanti, pengurus pusat Partai Golkar akan memberi teguran kepada Fadel.

Cara ini dimaksudkan  agar Fadel menghentikan manuvernya yang dianggap bisa memecah belah partai.  Fadel juga dianggap inkonstitusional. Ia disinyalir menggagas upaya musyawarah nasional luar biasa partai, yang ujung-ujungnya mendongkel  kepemimpinan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Fadel meluruskan tudingan miring ini. "Ini tidak benar," ujar Fadel.

Anton Aprianto

  • Send
  • Print