Kongres AS Tolak Dana Talangan, Harga Minyak Turun

TEMPO Interaktif, New York: Tekanan terhadap harga minyak mentah kembali terjadi setelah Kongres Amerika Serikat menolak rencana paket suntikan dana ( bail-out ) untuk perbankan sebesar US$ 700 miliar.

Harga minyak jatuh US$ 10,52 pada perdagangan ke harga US$ 96,37 per barel. Sementara itu, minyak untuk pengiriman November 2008 di New York Mercantile Exchange tadi malam, Senin (29/9), turun 97 sen menjadi US$ 95,40 per barel.

"Situasi saat ini meningkatkan kekhawatiran kondisi permintaan global, terutama di AS. Tren harga (minyak) saat ini menurun dan saya rasa kita belum melihat titik terendahnya," ujar Mark Pervan, strategis komoditi senior dari Australia dan New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne.

Penurunan harga minyak i menyebabkan mata uang dolar AS menguat. Terhadap euro, dolar AS naik 1,2 persen menjadi US$ 1,4434 per euro.

"Dolar AS menekan dirinya dan akan menciptakan tekanan tambahan terhadap harga komoditi, terutama minyak. Intinya, kondisi ini akan membuat minyak lebih mahal untuk Eropa, Jepang, bahkan Cina, dan hal itu akan menurunkan permintaan," kata Pervan.

Bursa AS juga mengalami keadaan serupa dengan minyak. Indeks acuan rontok akibat keputusan kongres AS. Dow Jones turun hampir 7 persen ke level 10,372,54 poin. S&P 500 jatuh 8,6 persen menjadi 1.108,22 poin. Indeks barometer teknologi Nasdaq tertekan ke level terendah sejak April 2000 sebesar 9,1 persen menjadi 1.983,73 poin.

Bloomberg

  • Send
  • Print