Berita Terkait
Xanana Tak Takut Ancaman Alkatiri
TEMPO Interaktif, Dili: Perdana Menteri Timor Leste Xanana Guemao menanggapi tuntutan Partai Fretilin untuk pemilihan ulang. Menurut Xanana, tuntutan itu hanya sebuah mimpi. Pemerintah yang ia pimpinan sangat kuat dan memperhatikan kehidupan rakyat. "Itu ancaman anak kecil," ujar Xanana.
Sekretaris Jenderal Fretilin Mari Alkatiri kemarin mengancam akan mengerahkan massa untuk menutut pemilu uang di negaranya. Alasan tuntutannya, pemerintahan sekarang tidak memiliki legitimasi dari rakyat. Fretilin sebagai partai terbesar di negari yang pernah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu, secepatnya membentuk pemerintahan baru. ''Segera," kata Alkatiri di jakarta kemarin.
Xanana mengaku tidak sedikitpun takut dengan ancaman itu. Sejak menjadi pelarian di hutan hingga Timor Leste menjadi negera merdeka, sudah banyak ancaman yang jauh lebih besar dan mempertaruhkan nyawa. "Sekarang (ancaman itu) kecil, yang penting aku berbuat baik terhadap rakyat dan memperhatikan kehidupan mereka,” kata Xanana.
Alkatiri pernah menjadi Perdana Menteri Timor Leste 1999-2006, kala itu Xanana Gusmao sebagai presiden. Setelah pemilihan umum, posisi Alkatiri digantikan Xanana dan Presiden Timor leste dipegang Ramos Horta, yang sebelumnya menjabat menteri luar negeri.
Saat ini sedang beredar surat kaleng du Dili, Ibu Kota Timor Leste. Surat dengan bahasa tetum dan Inggris itu isinya mengancam akan ada penangkapan dan penyerangan terhadap pejabat pemerintah jika salah melantik komandan Polisi Nasional Timor Leste baru.
Dalam surat itu tidak menyebutkan identitas seseorang, namun mereka menolak pelantikan komandan polisi baru berasal dari sektor Timur (Lorosae). Selama ini muncul anggapan warga Lorosae mendominasi seluruh institusi pemerintahan di Dili. Dalam surat tersebut juga dikatakan agar Xananan tidak salah memilih. Xanana terlalu menganakemaskan warga sektor Timur dan mengabaikan bahkan menyingkirkan orang Loromonu, sektor Barat.
Parlamen Dili mengingatkan rakyat tetap tenang dan tidak terpancing dengan surat kaleng. Ketua Komisi Parlamen Urusan Kementrian Luar Negeri, Pertahanan dan Keamanan, Duarte Nunes, mengatakan pemerintah dan parlemen sudah tahu surat tersebut.
Ia minta rakyat untuk tidak panik. “Saya kira ini ulah sekelompok orang yang ingin terus berkonflik. Ini provokasi," kata Duarte. Perdana Menteri Xanana Gusmao marah pada kelompok pemberontak tersebut. Menurut mantan Komandan Falintil itu, ancaman dan teror itu dinilai tidak bertangung jawab.
Jose Sarito Amaral