Berita Terkait
Polisi Masih Kejar Identitas Pembawa Korban Mutilasi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi saat ini memeriksa para saksi-saksi secara maraton untuk menguak identitas pembawa tas kresek berisi 13 potongan mayat di dalam bus. Upaya ini dilakukan karena polisi kesulitan mengidentifikasi korban yang nyaris tidak ada, selain tato di lengan korban.
"Kernet bus perlahan-lahan mulai mengingat ciri-ciri pelaku yang membawa plastik kresek itu ke dalam bus," kata Kepala Polsek Cakung, Jakarta Timur, Komisaris Yayat Popon, kepada Tempo (4/10).
Polisi hingga hari ini masih menyimpan rapat-rapat identitas kernet bus tersebut. Selain kernet, polisi juga meminta keterangan supir bus dan beberapa penumpang lain.
Saat ditemukan, potongan-potongan tersebut ditinggalkan begitu saja di dalam bus Mayasari Bhakti P 64 jurusan Pulogadung-Kalideres, di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, pada 29 September kemarin.
Identitas korban hanya bisa dilihat dari tato bergambar kepala harimau di lengan kanan.
Upaya identifikasi ini, kata Yayat, adalah fokus utama yang dilakukan. Saat ini anak buahnya terus mengumpulkan informasi dari gambar tato yang disebarkan. "Hasilnya belum ada yang menonjol," katanya.
Ia mengaku belum melakukan pencarian identitas di komunitas tertentu karena menurutnya korban bisa siapa saja. Rencananya, katanya, Senin pekan depan semua keterangan dan proses identifikasi akan rampung. "Sambil menunggu, pencarian informasi terus kami maksimalkan," kata Yayat.
Mustafa Silalahi