Berita Terkait
TNI Menapak Lima Agenda Reformasi
TEMPO Interaktif, Surabaya: Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso akan membekali prajuritnya dengan buku saku berisi netralitas tentara dalam Pemilu 2009 dan pemilihan kepala daerah. Buku ini sebagai petunjuk praktis anggota militer yang sudah bertekad untuk mereformasi diri, salah satunya tidak terlibat dalam kegiatan politik.
Menurut Djoko, sebagai bagian dari komitmen dan reformasi di tubuh TNI pada peringatan ulang tahun hari ini, Selasa (14/10), seluruh prajurit akan menerima buku saku tersebut. "Ini buku panduan tentang sika netralitas TNI," ujar Djoko.
Hari ini, di Markas Komando Armada Timur TNI Angkatan Laut Surabaya, upacara Hari Ulang Tahun TNI ke-63 digelar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan hadir dalam acara ini.
Djoko menjelaskan, buku tersebut dicetak sebanyak 400 ribu. Isinya tentang aturan yang harus ditaati oleh seluruh prajurit dalam menjaga netralitasnya. Ada pula sanksi bagi pelanggar, yang dijelaskan cukup rinci dan gamblang. Misalnya, anggota TNI yang aktif di partai politik wahib menanggalkan atribut militernya.
Dengan buku tersebut, kata Djoko, tidak ada lagi alasan bagi prajurit untuk tidak menjaga netralitasnya. "Salah satu dari lima agenda reformasi TNI adalah netralitas. Jika ada yang melanggar pasti diberi sanksi," tegasnya.
Lima agenda reformasi TNI yaitu mengenai netralitas, bisnis TNI, peradilan militer, kesejahteraan prajurit, serta peningkatan profesionalitas. Khusus untuk profesionatitas, walaupun sekarang kondisi peralatan prajurit sangat terbatas, TNI tetap harus meningkatkan profesionalitas.
"Anggaran memang sangat kecil, tapi kami tidak kecil hati karena saat ini prajurit TNI punya militansi dan semangat juang yang terus dijaga dan ditingkatkan," kata Djoko.
Rohman Taufiq