BUMN Bantu Atasi Krisis Perusahaan Bakrie

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mendukung pembelian PT Bumi Resources milik Grup Bakrie oleh konsorsium BUMN. Langkah tersebut akan membantu mengatasi krisis yang dialami perusahaan Bakrie akibat krisis finansial global.

Sebelumnya dikabarkan Sofyan Djalil memanggil direksi PT Aneka Tambang dan PT Tambang Batubara Bukit Asam untuk membicarakan pembelian saham Bumi. Tapi Sofyan menolak kabar adanya pertemuan itu. "Itu hanya rumor," ujar Sofyan di kantornya hari ini.

Sofyan Djalil tidak menampik rencana pembelian PT Bumi Resources memang ada. Menurut Sofyan, pembelian saham Bumi harusnya dilakukan secara konsorsium. "Tapi belum ada kemajuan apa-apa," ujarnya.

Tapi Sofyan mengakui potensi yang dimiliki oleh Bumi. " PT Bumi Resources adalah perusahaan yang bagus," ujarnya.

Menurut Sofyan, potensi Bumi dapat dilihat dari harga hingga kadar batu bara yang bagus."Kita dukung saja (rencana pembelian itu)," ujarnya.

Perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk beserta lima perusahaan Grup Bakrie lainnya telah dihentikan oleh Bursa Efek Indonesia sejak Selasa (7/10) lalu setelah mengalami penurunan ajam.

Lima perusahaan lainnya yang dihentikan perdagangan sahamnya adalah PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie Telecom, serta PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) yang merupakan induk dari kelima perusahaan tersebut.

BNBR mengakui akan merasionalisasi portofolio sahamnya yang ada di anak usahanya. Direktur BNBR Ari Saptari Hudaya mengakui sudah ada beberapa investor yang tertarik pada beberapa anak usahanya. Ia mengatakan bahwa transaksi penjualan portofolionya akan selesai pada akhir pekan ini.

Untuk itu BNBR meminta kepada BEI untuk tetap mensuspensi sahamnya dan saham kelima anak usahanya itu, setidaknya hingga akhir pakan ini, sampai transaksi selesai. Ari beralasan suspensi bisa membuat calon investor lebih tenang dalam melakukan investasi di perusahaannya.

Menanggapi permintaan BNBR, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan tidak akan mengabulkan permintaan tersebut. Menurutnya suspensi menjadi hak BEI untuk memutuskan dibuka atau tidak.

Ia menambahkan, bila informasi yang diterima BEI sudah cukup jelas, maka suspensi akan dibuka dan bila belum jelas BEI akan memanggil manajemen Grup Bakrie untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

"Mereka boleh saja meminta, tapi kami punya hak untuk menentukan. Saya tidak mau dibilang melindungi keluarga Bakrie," kata Erry.

Yugha Erlangga/Ari Astri Yunita

  • Send
  • Print