Berita Terkait
Busway Rugikan 3,08 Juta Orang
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bus jalur khusus (busway) dinilai gagal menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Pengamat Kebijakan Politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, menganggap kebijakan membangun busway merupakan cara represif yang merugikan banyak orang. "Demi kesenangan kelompok tertentu, tapi merampok hak kelompok lain," ujar Andrinof dalam acara Evaluasi Penyelenggaraan Busway 2004-2008 di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/11).
Menurut Andrinof, sebanyak 3,08 juta pengguna kendaraan pribadi dirugikan. Sedangkan pengguna bus khusus ini hanya sekitar 200 ribu orang per hari dari total 3,92 juta pengguna angkutan umum. Akibat busway, jalur umum bertambah macet dengan waktu tempuh dua jam untuk jarak 20-30 kilometer. Kerugian ekonomi akibat kemacetan berkisar Rp 8-Rp 42 Triliun.
Tujuan utama membangunan busway untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna angkutan umum juga dianggap gagal. Hanya 13,3 persen pengguna kendaraan pribadi, terdiri dari 5,8 pengenara mobil dan 7,5 persen pengendara motor yang beralih menggunakan busway.
Pengguna terbesar busway merupakan pengalihan dari angkutan umum yang lain, yaitu 42,7 persen dari penumpang bus non-AC, 22,3 persen mikrolet, 14,2 persen penumpang bus Patas AC dan 2,7 persen taksi.
Ari dari PT Mayasari Bhakti, sepakat dengan dengan Andrinof. Menurut dia, saat ini busway telah menyingkirkan 400 mobil angkutan umum perusahaan ini. "Ditambah dengan yang lain ada sekitar 1.000 angkutan umum yang tak beroperasi," katanya. Bus Transjakarta yang beroperasi di jalur khusus tak lebih dari 500 unit.
Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendukung proyek busway. Menurut dia, busway menjadi prioritas dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Azas Tigor Nainggolan dari Forum Warga Jakarta sependapat dengan Tulus. "Jumlah pengguna kendaraan pribadi harus ditekan," katanya. Mereka berdua mengusulkan agar tarif parkir, tol, dan dilaksanakan road pricing. "Agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke busway," ujarnya.
Sofian