Tudingan Adam Malik Agen CIA Menyesatkan

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri DPR Yuddy Chrisnandi meragukan tudingan Adam Malik sebagai agen CIA dalam buku Legacy of Ashes, The History of CIA. Buku ini dibuat Tim Weiner, wartawan koran The New York Times. "Saya ragu, apalagi tidak ada bukti aktual," katanya, Senin (24/11).

Menurut dia, hal yang wajar jika Adam Malik sebagai Menteri Luar Negeri RI pasti punya hubungan intens dengan kedutaan Amerika. "Hal itu bisa menimbulkan anggapan adanya spionase," katanya. Namun, dia mempertanyakan apakah diplomat asing itu melakukan tugas diplomatik atau menjalankan misi spionase. "Bisa saja ada pemanfaatan untuk kepentingan spionase," katanya.

Yuddi menganggap tuduhan dalam buku itu hanya spekulatif. "Itu  dugaan saja, hanya untuk melariskan buku saja," katanya.  Namun, dia melanjutkan, perlu ada klarifikasi dari pihak keluarga Adam Malik dan pihak yang memiliki kedekatan. "Cukup dengan klarifikasi," katanya.

Wakil Komisi Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri, Sidarto Danusubroto, menambahkan tuduhan itu hanya didasarkan pada satu saksi, sehingga tidak kuat. "Saksinya hanya satu dalam hukum itu belum bisa menguatkan pernyataan," katanya. "Hanya statmen dari agen."

Menurut dia, perlu ada kajian lebih mendalam. "Dia (Adam Malik) memiliki jasa yang besar bagi publik," katanya. "Pernah menjadi wakil presiden."  Selain itu, harus ada kontra dengan tulisan. "Negara ini negara demokratis,  isu itu mesti  dikonter dengan tulisan lain," katanya.

Eko Ari Wibowo
 

  • Send
  • Print