Berita Terkait
PT Parmintori Konseptor Jam Sekolah Lebih Pagi
TEMPO Interaktif , Jakarta: Usaha untuk mengurai kemacetan Jakarta, membuat PT Parmintori Cipta memilih memajukan jam sekolah. Konsultan transportasi ini, yakin jalanan Jakarta di pagi hari sedikit lega karena jumlah anak sekolah dan guru lebih pagi berangkat ke sekolah.
Direktur Utama PT Parmintori Cipta, Deddy Arief mengatakan lebih mengutamakan memajukan jam masuk sekolah dibanding Pegawai Negeri Sipil karena jumlahnya tidak terlalu signifikan. "Hanya sekitar 90 ribu orang," kata Deddy di Balaikota, Rabu (26/11).
Sedangkan jumlah anak sekolah dan guru, lanjutnya, mencapai 1,8 juta orang. "Sebanyak 92,06 persen dari mereka menggunakan kendaraan umum," kata dia.
Menurut Deddy, rata-rata pegawai negeri pun tidak menggunakan kendaraan pribadi. "Secara nyata dapat kita lihat kendaraan yang parkir di pemerintah hanya sedikit," kata dia.
PT Parmintori Cipta adalah konsultan transportasi yang digandeng Pemerintah DKI Jakarta untuk pengaturan waktu. Selama ini, jam sibuk di DKI Jakarta adalah pukul 06.30 hingga 09.00 pada pagi hari dan pukul 16.30 hingga 19.30 untuk sore hari.
Awal tahun depan, pemerintah DKI Jakarta merencanakan memajukan jam masuk sekolah dari pukul 07.00 menjadi pukul 06.30.
Selain itu, kata dia memajukan jam sekolah tidak akan berakibat kemacetan yang lebih awal. "Karena jumlah 220 ribu kendaraan yang digunakan untuk perjalanan sekolah akan berjalan lebih awal, dan jumlah itu dapat mengurangi jumlah kendaraan pada jam sibuk, dan itu adalah jumlah yang berarti," ujarnya. Meski begitu, pihaknya belum memiliki data langsung soal berapa banyak badan jalan yang akan bertambah, bila jumlah kendaraan pada jam sibuk berkurang 220 ribu.
Salah satu hal yang mendasari memajukan jam masuk anak sekolah menjadi 30 menit lebih pagi karena hasil survey yang dilakukan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti). "Sebanyak 55,55 persen responden memberikan pilihan jam masuk sekolah antara pukul 06.30 sampai 07.00," kata dia.
Survey tersebut diambil dari 1075 sampel dan masih berlangsung hingga sekarang dengan tren persentase yang tetap.
EKA UTAMI APRILIA