Berita Terkait
Pertamina Tak Mungkin Sanggup Atasi Kelangkaan Elpiji Sampai 2010
TEMPO Interaktif , Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai PT Pertamina (persero) tidak mungkin sanggup memenuhi infrastruktur elpiji yang memadai dalam jangka waktu dua tahun atau sampai 2010. "Mereka sudah banyak kasih janji-janji. Dengan kondisi sekarang, tidak mungkin janji itu terwujud," ujar Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi saat dihubungi, Sabtu (20/12).
Selain masalah kelangkaan, Tulus juga melihat seharusnya harga elpiji sudah turun sejak harga minyak jenis crude merosot hingga di bawah level US$ 35 per barel. "Minimal penurunannya Rp 1.000 per kilogram untuk elpiji 12 kilogram," ujarnya.
Sementara masalah kelangkaan elpiji berpeluang untuk dibawa ke dalam pembahasan Panitia Hak Angket Bahan Bakar Minyak Dewan Perwakilan Rakyat. “Panitia hak angket memang ingin mengurai benang kusut bisnis perminyakan di Indonesia, termasuk pula masalah elpiji," ujar anggota komisi energi dan lingkungan DPR RI Nizar Dahlan hari ini, Sabtu (20/12), di Jakarta.
Ia melihat kelangkaan yang terjadi saat ini merupakan permainan bisnis PT Pertamina (persero). "Mereka mencari kambing hitam, dengan alasan tidak siap dengan infrastruktur. Padahal, hanya Pertamina saja yang selama ini menyediakan dan mendistribusikan elpiji," katanya.
Bahkan setelah dipanggil oleh komisi energi dan lingkungan awal pekan ini, Pertamina belum juga bisa menyelesaikan masalah kelangkaan tersebut. "Ini permainan tingkat tinggi. Pertamina memang kuat sekali," lanjut Nizar.
SORTA TOBING