Elpiji Kembali Langka

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para agen elpiji di Jakarta Pusat kehabisan stok sehingga ada yang sudah dua hari menutup kiosnya.


Sueb, 32 tahun, pemilik agen elpiji di Tanah Abang, mengatakan ia sudah menutup kiosnya selama dua hari. "Kita pesan barang ga ada," ujarnya.

Ia biasa menjual sekitar 50 tabung elpiji ukuran 12 kilogram dan 100 elpiji ukuran 3 kilogram setiap hari. Dua hari yang lalu, harga memang sempat naik.

Elpiji 12 kilogram naik Rp 10 ribu dari Rp 75 ribu menjadi Rp 85 ribu. Untuk ukuran 3 kilogram, naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 19 ribu.

Demikian juga dengan agen gas milik Agus di Jalan Balikpapan tutup sementara karena kehabisan stok. "Hari ini nggak buka," kata seorang karyawan.

Di agen milik Deni di Kramat keadaan serupa. Ia mengaku kehabisan stok hari ini. Kemarin, ia masih menjual elpiji 12 kilogram Rp 85 ribu. "Kita ngikut harga aja, kalau diatas naik, kita yang dibawah ini ikut naik," katanya.

Di kios miliknya, banyak pelanggan yang meninggalkan tabung kosong. Salah satunya adalah milik Budi, 28 tahun. Ia  mengaku sudah menyerah mencari elpiji. "Saya sudah kemana-mana ga ada. Mending titip disini aja," ujarnya.

Untungnya ia masih memiliki kompor minyak tanah. "Tapi kalau gas lama nggak ada, tekor juga beli minyak," katanya. Budi membeli minyak tanah dengan harga Rp 8.500 satu liter.

Sofian

  • Send
  • Print