Pasukan Marinir Dikerahkan ke Majene

TEMPO Interaktif, Polewali Mandar: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI, Laksamana Pertama Ignatius Dadiek Surarto, sebagai penanggung jawab pencarian korban tenggelamnya KM Teratai Prima, mengerahkan empat kapal perang serta satu peleton Marinir untuk melakukan pencarian.

Asintel Lantamal VI, Kolonel Laut (P) Jaka Santosa, yang dihubungi melalui telepon, Senin (12/1), mengatakan pencarian dilakukan melalui laut dengan menggunakan empal kapal, masing-masing KAL Samalona, KRI Untung Suropati yang diberangkatkan dari Makassar, KRI Kakap berangkat dari Balikpapan, dan KRI Hasan Basri yang berangkat dari Tarakan.

Sementara satu peleton pasukan Marinir diberangkatkan semalam pukul 23.00 WITA melalui jalan darat menuju Majene menggunakan tiga truk dan dua perahu karet.

Tiga KRI tersebut diperkirakan tiba siang hari di lokasi tenggelamnya kapal, sementara KAL Samalona sejak semalam melakukan penyisiran melalui pantai dari Makassar. Pasukan Marinir baruu akan memulai pencarian dari pantai di Majene.

Menurut Jaka, pencarian dilakukan dari lokasi kejadian mengikuti arus yang cenderung ke arah selatan. Adapun posisi tenggelamnya kapal di lokasi yang sama tempat jatuhnya pesawat Adam Air awal Januari 2007 lalu. Lokasi jatuhnya Adam Air sekitar 10-15 mil dari garis pantai, sementara lokasi tenggelamnya KM Teratai Prima berjarak 3 mil dari garis pantai, dengan perkiraan kedalaman laut mencapai 1.900 meter.

Pihak Administrasi Pelabuhan Parepare juga mengontak tiga kapal, yakni Umsini, Samudra Ekspres dan Teratai Prima II untuk melakukan pencarian dan penyisiran sepanjang perjalanan menuju ke Pelabuhan Parepare.

KM Teratai Prima rute Parepare-Samarinda yang berangkat Sabtu (10/1) sekitar pukul 17.45 WITA, tenggelam di Perairan Baturoro, Majene, Sulawesi Barat, Minggu (11/1) sekitar pukul 04.00 WITA setelah dihantam ombak tinggi yang mengakibatkan air masuk dan kapal terbalik.

Kapal bertonase 747 gross ton (GT) ini mengangkut 250 penumpang ditambah 17 ABK dan nakoda. Jumlah penumpang ini belum termasuk anak-anak dan balita, karena tidak masuk dalam daftar manifes.

IRMAWATI

  • Send
  • Print