Berita Terkait
Masyarakat dan Media Iran Ragukan Obama
TEMPO Interaktif, Teheran: Mayoritas media Iran mengabaikan pelantikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sementara warga Teheran ragu hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat bakal mencair dengan terpilihnya Obama.
Televisi pemerintah Iran lebih memilih menayangkan demonstrasi mendukung warga Palestina. Sementara, koran-koran di Iran tidak menempatkan pelantikan Obama dalam berita halaman depan mereka.
Harian berhaluan ultra-konservatif, Kayhan, menilai Obama sebagai "penggemar berat Zionis" dengan kartun yang menunjukkan mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush menyerahkan bendera Israel kepada Obama.
Harian konservatif, Hamshahri, menulis berita bernada sarkasme dengan judul, "Perubahan advokat, siapa yang dirubah."
Sementara para mahasiswa Universitas Tehran dari kelompok Basij serta masyarakat Iran meragukan Obama bisa membawa perubahan. Mahasiswa bernama Behrouz Khan Mohammadi menyebut Obama sebagai "boneka". "Kebijakan Amerika Serikat tidak tergantung pada satu orang. Yang menentukannya adalah Israel," ujar Mohammadi.
"Selama Iran mengambil sikap anti-Israel, maka tidak akan ada perubahan," ujar Ali Reza Hedayati, 21 tahun, yang merupakan pengangguran.
AFP| KODRAT SETIAWAN
Web via