Warga Tionghoa Memilih Imlekan di Jakarta

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebagian warga Tionghoa lebih memilih merayakan pergantian tahun baru di rumah bersama keluarga. "Kumpul keluarga lebih penting daripada pergi ke tempat hiburan," kata Kardiman, warga Pluit Jakarta Utara, kepada Tempo.

Keluarga yang kumpul di rumah, Kardiman menjelaskan, biasanya melakukan aktivitas membakar petasan, makan-makan, dan kemudian sembahyang. "Sembahyang ke tapekong (kelenteng) baru besok, hari raya pertama," kata pemilik nama cina Tapui Ta ini.

Hal yang sama juga diakui Lena, warga Tionghoa lainnya. Lena datang bersama keluarganya dari Mojokerto untuk merayakan Imlek bersama keluarga besarnya di Jakarta. "Kami hanya kumpul-kumpul saja di rumah. Sudah setahun tidak ketemu," ujar pemilik nama Cina A Hun ini. Situasi perayaan Tahun Baru Cina di Mojokerto yang sepi menjadi alasan lain A Hun merayakannya di Jakarta. "Di sana tidak meriah," ujarnya.

Tito Sianipar

 

  • Send
  • Print