Berita Terkait
Sekte Sesat Bolehkan Seks Bebas hingga Klaim Jadi Tuhan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hampir sepuluh tahun menyebarkan Sekte Satria Piningit Weteng Buwono, Agus Imam Sholihin cuma berhasil merekrut 40 orang. Mula-mula pengikut Agus hanya lima orang yang tidak lain adalah kerabatnya sendiri. Mereka adalah Kusmanto, Yanto, Eko, Ratna, dan Kiki.
Menurut Eko, 25 tahun, pengikut Agus terpikat dengan ajaran Satria Piningit karena menjanjikan seseorang tidak akan dimatikan serta akan tinggal di arasy (singgasana Tuhan). Eko insyaf, setelah hatinya meronta ketika dedengkot sekte itu mengkalim sebagai tuhan.
Sebenarnya, klaim ini berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Awalnya, pada 6 Juni 1999, Agus mengaku sebagai titisan Soekarno, Presiden RI pertama. Pengakuan sebagai titisan proklamator karena mencocokan tanggal lahir Agus dengan Soekarno pada 6 Juni. Pada 2003-2004 Agus mengubah statusnya menjadi Imam Mahdi. Adapun klaim sebagai tuhan, dilakukan Agus pada periode 2005-2006.
Eko membenarkan adanya ritual seks dan "kumpul kebo" antarpengikut Agus. Namun, seks bebas tidak berarti bebas bertukar pasangan. "Hubungan seks itu atas perintah Agus dan wajib dilaksanakan," kata Eko yang ditemui di sebuah tempat di Kebagusan. Alasan yang diajarkan Agus, kelak di akhirat semua manusia bertelanjang. Selain itu, seks bebas untuk ritual pelajaran kamasutra. "Aktivitas seks bebas itu dilakukan secara bersamaan oleh semua anggota.
Menurut Eko, jumlah pengikut sejak ia kabur dari Agus sebanyak 14 laki-laki, sembilan perempuan, dan 10 anak-anak. Dari pantauan Tempo, rumah markas komunitas Satria Piningit berada di lokasi padat penduduk. Tepatnya di Jalan Kebagusan II, pasar Minggu. Untuk menuju rumah ini, hanya ada satu gang sempit yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.
Rumah Agus menyempil di antara rumah-rumah warga. Di dalam rumah, terdapat beberapa poster bergambar Soekarno, tokoh-tokoh pewayangan, serta lambang burung Garuda Pancasila. "Banyak gambar Soekarno karena dia mengaku titisannya," kata Eko.
Kasus ajaran Agus ini terbongkar setelah Ratna, 33 tahun, meninggal dunia beberapa hari lalu. Meninggalnya Ratna karena sakit. Selama sakit, Agus melarang Ratna berobat ke rumah sakit. Padahal sakitnya sudah parah. Ratna hanya boleh tidur dan tidak boleh terkena sinar matahari. Hanya Agus yang bisa menyembuhkannya Ratna, bukan obat ataupun dokter. Sejak itu pengkikut Agus, termasuk Eko, gelisah dan mulai meragukan kesaktian bos sekte aneh itu.
AMIRULLAH
Web via