Berita Terkait
Pimpinan Sekte Piningit Menyerahkan Diri
TEMPO Interaktif, Jakarta: Agus Imam Solihin tadi malam menyerahkan diri setelah ditetapkan polisi sebagai buron. Pimpinan Sekte Satria Piningit Weteng Buwono yang membolehkan seks bebas dan dirinya mengklaim sebagai tuhan itu dijerat pasal pencabulan dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara.
Walau sudah menyerahkan diri, Agus yang memiliki pengikut sekitar 40 orang itu belum mau bicara. "Tersangka tidak mau diperiksa kalau tidak didampingi pengacara," kata Kepala Polres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Chairul Anwar kepada wartawan, Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, alasan Agus menyerahkan diri karena tak ingin hidupnya dikejar-kejar polisi. Ia mengetahui jadi buron aparat setelah membaca berita atas dirinya di surat kabar. "Agus menunjuk dua pengacara, namun sejak tadi malam hingga pagi ini belum datang ke kantor polisi," ungkap Chairul.
Kedok agus terbongkar setelah Ratna, salah satu pengikut sekte, meninggal lantaran sakit. Selama sakit Ratna dilarang Agus pergi ke dokter maupun minum obat. Agus berdalih akan menyembuhkan sendiri penyakit Ratna. Tapi, Agus ternyata tak sanggup menyembuhkan penyakit hingga Ratna meninggal.
Pada 26 Januari lalu, kata Chairul, salah seorang warga yang mengaku eks pengikut Sekte Piningit melaporkan perilaku Agus ke polisi. Dari laporan itulah diketahui, Agus selain mengajarkan aliran yang aneh seperti orang Islam tak perlu salat, puasa, zakat, dan haji, juga membebaskan pengikutnya melakukan seks bersama-sama.
Polisi, menurut Chairul, menjerat Agus dengan dugaan melakukan pencabulan. "Mengenai sekte yang diajarkan sesat atau tidak, akan dikoordinasikan dengan Kejaksaan," katanya. "Kami, besok (Jumat 30/1) akan koordinasi dengan Departemen Agama, Departemen Dalam Negeri, dan Kejaksaan Agung serta MUI," kata Chairul.
Menurut salah satu pengikutnya, Eko, Agus Imam Sholihin selama sepuluh tahun menyebarkan sektenya cuma berhasil merekrut 40 orang. Mula-mula pengikut Agus hanya lima orang yang tidak lain adalah kerabatnya sendiri. Mereka adalah Eko sendiri, Kusmanto, Yanto, Ratna, dan Kiki.
Eko, 25 tahun, pengikut Agus terpikat dengan karena ajaran Satria Piningit yang menjanjikan seseorang tidak akan dimatikan serta akan tinggal di arasy (singgasana Tuhan). Eko insyaf, setelah hatinya meronta ketika dedengkot sekte itu mengkalim sebagai tuhan. Agus mengajarkan "ilmunya" di sebuah rumah kontrakan kawasan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
RUDY P| AMIRULLAH