Abdul Azis
Berita Terkait
Terkait Demo Maut, Kepala Polisi Medan Siap Dicopot
TEMPO Interaktif, Medan: Kepala Kepolisian Kota Besar Medan, Komisaris Besar Anton Suhartono, siap dicopot jika dalam pengamanan demo di gedung DPRD Sumatera Utara dianggap tidak serius. Demo anarkistis yang mengakibatkan Ketua DPRD Abdul Aziz Angkat tewas dipukuli massa itu berlangsung, Selasa (3/2).
Aksi menuntut pemekaran sejumlah wilayah kabupaten dan kota menjadi Provinsi Tapanuli yang terpisah dengan Provinsi Sumatera Utara itu, juga mengakibatkan sarana gedung Dewan di Jalan Imam Bonjol Medan, rusak. Pernyataan kesediaannya dicopot saat Aton menerima unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, yang meminta polisi bertindak tegas pada massa yang anarkistis, Rabu (4/2).
Aton mengatakan sedang memeriksa intensif terhadap para pelaku kerusuhan, berikut aktor intelektualnya yang enam di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan Pasal 351 yang berisi unsur penganiayaan, namun tidak tertutup kemungkinan dikaitkan dengan Pasal 338 tentang pembunuhan.
Menurut Anton, urusan dirinya dicopot atau tidak itu merupakan wewenang Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Demi Allah, saya siap (dicopot) karena jabatan itu adalah amanah," ujar Aton tegas.
Dalam unjuk rasa HMI, koordinator aksi Andika Syahputra, meminta kepolisian mengusut tuntas dan menindak pelaku aksi pendukung Provinsi Tapanuli. Aksi brutal berlangsung ketika Abdul Aziz Angkat menskors rapat di lantai 2 gedung DPRD Sumatera Utara.
Usai menskors rapat, tiba-tiba datang masa. Ia diseret ke ruang Fraksi Partai Golkar dan dicaci-maki, ditarik-tarik dan bahkan harus menerima perlakukan tidak pantas dari sejumlah pengunjuk rasa, yaitu dipukuli.
Tak kuat menahan timpukan, Abdul Aziz Angkat yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Utara terkapar di ruang fraksi itu. Ia lantas dilarikan ke gedung Bank Mandiri untuk diamankan. Rupanya, di gedung yang bersebelahan dengan DPRD massa menghadang. Abdul Aziz yang kondisinya semakin gawat lantas dibawa kembali ke gedung Dewan.
Upaya membawa Abdul Azis ke rumah sakit sulit karena massa yang terus mengejar dan tidak adanya perlindungan aparat keamanan. Setelah sekitar satu jam lemas, Abdul Azis dilarikan ke Rumah Sakit Gleni Internasional Medan dengan sebuah truk milik polisi.
Menurut dokter Rumah Sakit Gleni, Kulman Faraji, Abdul Azis ketika tiba di rumah sakit sudah meninggal. Menurut Fadli Nurza, Ketua Partai Persatuan Pembangunan Sumatera Utara, temannya itu meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. "Dia meninggal di pangkuan saya," katanya sedih.
SOETANA MONANG HASIBUAN/ANTARA
Web via