Maskapai Merugi Akibat Banjir Bandara Ahmad Yani

TEMPO Interaktif, Jakarta: Maskapai penerbangan merugi akibat tidak beroperasinya Bandara Ahmad Yani, Semarang, hari ini. Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, mengatakan sedikitnya 220 penumpang yang seharusnya diberangkatkan dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, menuju Badara Soekarno-Hatta, Jakarta, hari ini terpaksa menunggu hingga penerbangan dibuka kembali. Sebagian di antara mereka, membatalkan penerbangan hari ini dan mengalihkan jadwal.

"Jumlah yang sama juga terjadi di Jakarta menuju Semarang," katanya ketika dihubungi Tempo, Minggu (8/2).

Dia belum bisa memastikan berapa kerugian Lion Air akibat penutupan Bandara Ahmad Yani. "Yang jelas kalo dikatakan rugi, kami rugi," ujarnya. Hari ini Lion Air seharusnya melayani empat jadwal pemberangkatan Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya.

Hal senada diungkapkan Kepala Hubungan Masyarakat PT Garuda Indonesia, Pujobroto. Dia belum bisa memperkirakan berapa kerugian Garuda.

Tapi, kata dia, sekitar 500 penumpang dari enam penerbangan Garuda dari Semarang menuju Jakarta terpaksa tak bisa diberangkatkan. Sama dengan Lion Air, sebagian penumpang Garuda membatalkan dan mengalihkan jadwal penerbangan mereka.

"Kami sudah cek di Semarang maupun Jakarta. Beberapa langkah antisipasi telah dilakukan," kata Pujobroto.

Seperti diberitakan, Bandara Ahmad Yani, Semarang, tak beroperasi hari ini akibat sebagian landasan pacu terendam banjir. Sepanjang 600 meter dari 2.650 meter landasan terendam banjir sehingga dinilai membahayakan jika digunakan untuk pendaratan maupun penerbangan.

PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani semula berencana membuka bandara pada pukul 13.00 WIB. Tapi karena air masih menggenang di landasan pacu, rencana itu batal dilakukan dan diganti rencana pembukaan pada pukul 18.00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, ketinggian air dilaporkan sudah mulai berkurang dari sebelumnya mencapai 30 centimeter. Untuk membuang air yang merendam landasan, para petugas bandara Ahmad Yani mengerahkan enam mesin penyedot air.

Meski tak bisa melayani penerbangan Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya, Lion Air dan Garuda Indonesia hari ini membuka opsi bagi penumpang dari Jakarta untuk diterbangkan menuju Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, atau Bandara Adisumarmo, Solo, tanpa biaya tambahan.

"Tapi itu diberikan jika ada kursi yang tersedia. Beberapa penumpang yang berserdia telah diberangkatkan," kata Pujobroto.

Meski demikian, menurut dia, maskapai tak akan memberikan ganti rugi kepada penumpang akibat batalnya penerbangan. "Kondisi ini di luar kemampuan kami," katanya.

Menurut Erward, yang paling mengkhawatirkan adalah menumpuknya jumlah penumpang pada jadwal penerbangan besok. Pasalnya, penerbangan jurusan yang sama telah dalam pesanan penumpang lain.

"Meskipun bisa kami layani, belum tentu seluruhnya bisa selesai besok (Senin)," ujarnya.

AGOENG WIJAYA

  • Send
  • Print