Wali Kota Semarang Tuding Kali Tenggang Biang Banjir

TEMPO Interaktif, Semarang: Wal Kota Semarang Sukawi Sutarip mengaku tak sanggup mengatasi banjir apabila urusan ini  dibebankan pada pundaknya sendiri. Masyarakat, kata dia, harus ikut serta  dengan cara bersedia lahannya dibebaskan untuk pelebaran sungai.

Pemicu utama  banjir di Kota Semarang, kata dia,  karena  pendangkalan Sungai Tenggang. "Setiap tahun pemicunya ya Sungai Tenggang ini," ujar Sukawi. Luapan sungai ini hampir dipastikan saban tahu menggenangi kampung Kaligawe, Gayamsari, dan Genuk.

Solusi yang Sukawi tempuh adalah melebarkan Sungai Tenggang hingga  60 meter. Saat ini lebar kali  tersebut cuma tiga meter. Selain pelebaran, Sukawi juga membangun  bendungan untuk mencegah masuknya air laut saat pasang.

Proyek itu, menurut Sukawi, masih sebatas cita-cita. Kendala utamanya  ada dua warga yang menolak lahannya dibebaskan. "Ini yang menjadi kendala," kata dia.

Senjata pamungkas menggunakan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, sedang Sukawi coba.  "Kami akan paksa agar dua warga tersebut mau membebaskan lahannya," kata dia. Sukawi tak menyebut nama dua warta tersebut.

Sukawi belum bisa menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat banjir yang melanda sembilan kecamatan itu. Di antaranya  Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Selatan, Semarang Timur,Tugu, Ngaliyan, Gayamsari, Pedurungan, dan Genuk.

Banjir yang paling parah terjadi di Tawangmas, Tanjungmas, Kawasan Johar, Mangkang, Puri Anjasmoro, Jalan Hasanudin, Stasiun Tawang, Bundaran Bubakan, Sawah Besar, Kaligawe, Tlogosari, Muktiharjo Kidul,dan Genuk. Ketinggian air di beberapa lokasi antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

ROFIUDDIN

  • Send
  • Print