Undangan Hillary, Hasyim Pikir-pikir Din Pastikan Tak Hadir

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seperti yang sudah-sudah, pejabat tinggi Amerika Serikat setiap kali berkunjung ke Indonesia, salah satu agendanya bertemu tokoh agama. Pada jamuan makan malam ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton, yang bertandang ke Jakarta selama dua hari,  akan mengumpulkan tokoh lintas agama di Indonesia.

Rencana pertemuan berlangsung di Kantor Kedutaan Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, bukan di Hotel Four Season seperti sebelumnya diberikatakan. Acara ini berlangsung sehabis Hillary bertemu Menteri Luar Negeri RI Nur Hassan Wiyayuda.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi mengaku dirinya masuk daftar undangan. Hanya, ia menyayangkan tokoh yang diundang terlalu banyak, sekitar 50 orang. “Jadi saya pikir tidak akan efektif. Saya juga tidak berencana mengajukan apa pun,” kata Hasyim kepada Tempo melalui telepon selulernya.

Ia membandingkan dengan undangan kepada tokoh lintas agama saat Presiden George Walker Bush melawat ke Indonesia empat tahun lalu. Ketika itu ia hanya mengundang lima tokoh dalam pertemuan di Denpasar. Ia pesimistis akan terjadi dialog dalam pertemuan dengan Hillary. Ia juga belum memutuskan apakah akan hadir atau tidak.

Hillary dijadwalkan mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sekitar pukul dua siang. Selanjutnya, ia bertemu dengan Hassan Wirajuda. Besok pagi, ia bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Agenda lainnya, Hillary akan mendatangi Kantor Sekretariat Asean di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta.

Ini merupakan lawatan pertama Hillary ke luar negeri sejak menjabat Menteri Luar Negeri. Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menurunkan 2.800 personel untuk mengamankan kunjungan dua hari itu.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin juga masuk daftar yang diundang, tapi ia memastikan tidak akan hadir karena harus berangkat menjadi pembicara dalam dialog antaragama di Brisbane, Australia. Namun, ia menyayangkan tidak adanya pertemuan khusus dengan tokoh-tokoh Islam sesuai dengan misi yang ingin dijalankan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama.

“Soal ini juga tidak bisa dibahas dalam format makan malam,” ujar Din saat dihubungi secara terpisah. Sama seperti Hasyim, ia mengaku lupa lokasi pertemuan dengan Hillary.

Adapun Hillary dan Wirajuda sempat mengadakan pembicaraan melalui telepon pada Kamis pekan lalu. Saat itu mantan ibu negara Amerika tersebut menawarkan kemitraan strategis di antara kedua negara. Hanya, aspek yang akan tercakup dalam kesepakatan itu masih harus didiskusikan lebih lanjut. “Kami sedang mencari kesamaan pengertian dari segi prosedur dan substansinya,” kata Wirajuda.

Selain persoalan kemiskinan dan kemakmuran yang menjadi isu nasional, kedua pejabat akan membahas perkembangan kawasan dan konflik di Timur Tengah. Sedangkan soal berakhirnya kesepakatan laboratorium Namru-2 tidak menjadi agenda pembahasan.

NININ DAMAYANTI | TITIS SETYANINGTYAS | FAISAL ASSEGAF

  • Send
  • Print