Berita Terkait
Yudhoyono-Hillary Bahas Berdirinya Negara Palestina
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan agar upaya mendirikan negara Palestina dipercepat.
"Presiden menekankan perlunya dihidupkan lagi dan dipercepat upaya agar negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dapat segera diwujudkan," kata juru bicara kepresidenan, Dino Patti Djalal, dalam jumpa pers usai pertemuan itu, Kamis (19/2).
Sebagaimana diketahui, lanjut Dino, tujuan untuk mendirikan negara Palestina itu ditargetkan 2008. Karena berbagai hal, rencana itu tidak tercapai. "Presiden tentu kecewa akan hal ini," katanya.
Kepada Hillary, Presiden berharap perlu diupayakan agar negara Palestina dapat direalisasikan sesegera mungkin. Beberapa poin penting yang disampaikan Presiden kepada Hillary adalah agar Amerika Serikat mengambil dan memberi perhatian besar terhadap upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel. "Karena hal ini juga merupakan kebijakan Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton," katanya.
Dino menjelaskan, Kepala Negara juga mengatakan bahwa gencatan senjata di Gaza saat ini masih labil sehingga perlu diperkuat. Adapun posisi Indonesia, mendukung dua negara merdeka yang hidup berdampingan. Presiden juga menyatakan Indonesia akan berpartisipasi dalam pertemuan rekonstruksi Gaza di Mesir. Rencananya Hillary Clinton akan hadir dalam pertemuan ini.
Dalam pertemuan selama 45 menit itu, Presiden menunjuk Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie untuk memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Rekonstruksi Gaza di Mesir pada 2 Maret mendatang.
NININ DAMAYANTI