Sintong Pertanyakan Keberadaan Pimpinan ABRI Saat Peristiwa Mei 1998

TEMPO Interaktif, Jakarta: Saat suasana tegang dan mencekam Ibu Kota di pertengahan Mei 1998, tepatnya 14 Mei, hampir semua perwira tinggi teras ABRI tidak berada di Jakarta.

sintongpanjaitanMenhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto pergi ke Malang untuk menjadi inspektur upacara serah terima Pasukan Pemukul Reaksi Cepat.

Mengapa sebagian besar pimpinan ABRI pada waktu itu berada di Malang? Hal itu menjadi pertanyaan besar bagi Penasihat Wakil Presiden Bidang Pertahanan Keamanan Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan.

"Alangkah tidak masuk akal, sampai hari in pun sangat tidak masuk akal," tulis Sintong dalam halaman-halaman awal buku ''Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando'' yang ditulis oleh Hendro Subroto setebal 520 halaman.

"Kalau mereka tahu akan terjadi kerusuhan yang begitu dahsyat tetapi memutuskan tetap pergi ke Malang, maka mereka membuat kesalahan."

"Tetapi kalau mereka tidak tahu akan terjadi kerusuhan, mereka lebih salah lagi."

Sintong mengatakan kerusuhan yang terjadi di Jakarta bukan hanya merupakan masalah Kodam Jaya, tetapi sudah menjadi masalah nasional.

ERWIN Z

 

  • Send
  • Print