Indonesia Kehilangan Maestro Lawak

timbulTEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menganggap Indonesia kehilangan maestro dengan wafatnya pelawak Timbul Suhardi kemarin.  "Dia adalah seorang maestro lawak yang inovatif dan kreatif," ujar Erman kepada Tempo.

Menurut Erman, kehebatan Timbul terbukti saat pelawak Srimulat itu memodifikasi ketoprak dengan guyonan yang mendapat sentuhan modernisasi. Lakon ketoprak tetap sesuai pakem, tapi menggunakan bahasa Indonesia dan menghadirkan banyak bintang tamu. Hasilnya, acara Ketoprak Humor yang hadir di RCTI selepas krisis moneter, laris manis hingga bisa bertahan tujuh tahun.

Ernam yang mengaku penggemar berat seni tradisional itu sudah lama mengenal Timbul, sejak 1974. Saat itu Erman masih mengelola sejumlah perusahaannya di Surabaya. "Waktu itu saya sering menonton Srimulat di Taman Hiburan Rakyat," tuturnya. Dari sekadar nonton, Erman kemudian mulai mengenal personel kelompok lawak yang diasuh almarhum Teguh Srimulat itu.

Namun, Erman baru akrab dengan Timbul sekitar 1997. Ketika itu sejumlah pendagel yang akrab dengannya mengeluhkan sepinya order manggung gara-gara krisis. Erman lalu mengundang mereka beserta keluarga berbuka puasa untuk mendiskusikan jalan keluarnya.

Jadilah Yayasan Paguyuban Kesenian Samiaji, yang mewadahi para pelawak untuk berorganisasi dengan lebih profesional. Erman mengarahkan mereka melakukan perencanaan produk, mengevaluasi pertunjukan, mengelola keuangan, dan memasarkan produknya.

Peran Timbul adalah memimpin tim pergelaran yang menulis naskah serta mengatur kostum dan tata panggung program televisi Ketoprak Humor. "Tiap minggu, kami bertemu untuk berkoordinasi," ujar Erman.

Ia mengenang, Timbul adalah seniman yang bukan saja inovatif, tapi juga disiplin dan sopan. "Ia tetap mbanyol, itu sudah bawaan lahir," kata Erman sambil tertawa. "Saya jadi ketularan suka mbanyol."

Tak cuma ketularan melucu, Erman juga sempat didapuk ikut manggung oleh Timbul. Sekali waktu, Erman diberi peran cantrik dalam lakon Mendung di Atas Bumi Mataram. Erman mengaku grogi jadi aktor dadakan, tapi bisa juga bertahan berakting selama sekitar setengah jam.

Setelah Ketoprak Humor berhenti diproduksi, Erman masih sering bertemu Timbul.  Timbul sempat menjadi tim sukses saat Erman berkampanye dalam pemilihan legislatif 1999 dan 2004 dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Selepas menjadi menteri, Erman tak banyak lagi berinteraksi dengan pria yang mengajarinya menyanyi campursari itu. Erman terakhir bertemu saat Timbul baru saja dirawat di rumah sakit dua bulan lalu. "Saat itu kami masih mengobrol," ujar Erman. Ternyata, itulah percakapan terakhir Erman dan Timbul.

BUNGA MANGGIASIH

 

Pelawak Timbul Meninggal 

Tessy ''Maknyes'' Saat Timbul Bersemangat

Ketoprak Humor Bakal Manggung Lagi

  • Send
  • Print