Berita Terkait
Komisi Kepolisian Dukung Theresia Mundur
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional mendukung langkah Kepala Kepolisian Johar Baru, Komisaris Polisi Theresia Mastail yang berniat mundur dari kepolisian. "Sikap yang bagus, tidak ada yang berani seperti itu," kata anggota Komisi Kepolisian, Adnan Pandupraja.
Adnan menyarankan Theresia melaporkan kasus demosi yang menimpanya kepada lembaganya. Caranya, kata Adnan, Theresia segera membuat surat kepada Kepala Kepolsiain RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dengan tembusan ke Komisi Kepolisian Nasional. "Agar masalah demosi yang menimpanya diperiksa di Propam (bagian Profesi dan Pengamanan Polri)," katanya.
Theresia berniat mundur dari kepolisian karena marasa tak tahan dengan berbagai tekanan. Tekanan itu diduga terkait dengan suksesnya dia membongkar sindikat aborsi di Johor Baru yang sudah beroperasi selama 10 tahun. Bentuk lain dari tekanan itu ia dimutasi (bersifat demosi) dari pimpinan polisi ke bagian penyidik.
Pengenaan demosi, menurut Adnan, wajar apabila seorang personel kepolisian tidak berkinerja baik. Kasus lainnya, kata dia, apabila personel terbukti melakukan pelanggaran disiplin. Adapun Komisaris Theresia belum jelas apa alasan didemosi.
Komisi Kepolisian, kata Adnan, meminta kepolisian transparan dalam melakukan suatu pergantian jabatan. "Harus dijelaskan kenapa?," katanya. Dengan penjelasan ini, kata dia lagi, profesionalisme di tubuh kepolisian dapat diketahui publik.
Kepolisian sampai saat ini dinilai belum menjalankan sistem mengukur kinerja aparatnya. Adnan mendesak kepolisian segera menerapkan proses penilaian aparat yang jelas menggunakan sistem yang bernama Key performance Indikator.
Profil Theresia Mastail
Asal : Ambon
Panggilan : Bunda
Usia : 49 tahun
Suami : bekerja sebagai pegawai negeri di Kopertis DKI Jakarta dan dosen berbagai perguruan tinggi swasta.
Anak : Tiga orang putri.
Karir
1983 : Tamat dari Sekolah Polisi Negara Khusus Wanita, Ciputat, Tangerang
1993 : Tamat dari Sekolah Calon Perwira dan an menyandang pangkat inspektur dua.
2007-2008 : Kepala Unit I Satuan Narkotika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, pangkat komisaris
2008-2009 : Kepala Polsek Johar Baru, Jakarta Pusat, dengan pangkat komisaris.
RUDY PRASETYO |MUSTAFA SILALAHI
* Kepala Polisi Pembongkar Aborsi Turun Jabatan
Web via