Meski Prajurit, Korban Heli Jatuh itu Gemar Bertani

TEMPO Interaktif, Subang: Meski sudah menjadi prajurit, Sersan Kepala Dodi Herdiana, satu dari empat korban helikopter SA-330 Puma Angkatan Udara yang jatuh di Atang Sendjaja Bogor, jika pulang kampung masih menyempatkan ke sawah, mencangkul, dan beternak ayam.

Dani, paman korban, di rumah duka Desa Lengkong, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (13/6), menuturkan jika prajurit itu pulang ke kampung halamannya, ia selalu menyempatkan diri pergi ke sawah. "Masih senang nyangkul," kata Dani.

Dodi juga dikenal memiliki hobi beternak ayam. Dani menyebut perilakunya keponakannya itu menjadi jadi contoh banyak anak muda di kampung halamannya.

Di rumah duka Dodi sendiri, para tetangga sudah berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa sejak pagi hari. Jenasah Dodi sendiri tiba di rumah duka pukul 08.33 WIB.

Kedatangan jenazah disambut cara militer keranda layon pun digotong puluhan anggota pasukan khas TNI Angkatan Udara dari Lapangan Udara Suryadarma, Kalijati. Setelah disemayaman sejenak di rumah duka, jenazah Dodi rencananya akan disalatkan di Masjid al-Ikhlas. Selanjutnya, Dodi akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang terletak 500 meter dari rumah duka.

Pemakaman akan dilangsungkan secara militer dan akan dipmipin langsung oleh Kolonel Penerbang Widiantoro, Komandan Lapangan Udara Suryadharma Kalijati. "Rencananya dimakamkan pukul.09.30," kata Letnan Dua Wawan Rubianto, yang bertindak sebagai perwira upacara.

NANANG SUTISNA

  • Send
  • Print