Berita Terkait
Iran Rusuh, Pendukung Oposisi Ditangkapi
TEMPO Interaktif, Teheran: Untuk pertama kali dalam satu dekade terakhir, Teheran, Iran, dilanda kerusuhan. Di jalan-jalan di Teheran, para pengunjuk rasa bersenjata batu, pentungan, dan bom molotov berhadapan dengan polisi antihuru-hara, yang menggunakan gas air mata dan peluru karet.
Pengunjuk rasa, terutama yang merupakan pendukung kandidat presiden Mir Hussein Mussavi, memprotes Presiden Mahmud Ahmadinejad, yang dianggap mencuri suara dalam pemilihan presiden pekan lalu.
ara saksi mata melaporkan, setidaknya satu orang ditembak mati dalam bentrokan antara massa dan polisi di Lapangan Vanak. Api dan asap dari kendaraan dan ban yang dibakar pengunjuk rasa membubung ke angkasa pada Sabtu lalu.
Pendukung Mussavi, yang terdiri atas kaum perempuan, anak muda, cendekiawan, dan ulama moderat, bersatu menentang kebijakan Ahmadinejad, yang membawa kebangkrutan ekonomi--inflasi Iran mencapai 25 persen--politik luar negeri yang konfrontatif, dan dikekangnya kebebasan sosial.
"Matilah, pelaku kudeta!" teriakan itu menggema dari kerumunan ribuan demonstran. Mereka kebanyakan mengenakan tanda kampanye Mussavi berwarna hijau cerah. "Matilah, diktator!" Teriakan yang mirip bergema semasa Revolusi Islam 1979. Hanya, ketika itu kata-katanya adalah "Matilah, Amerika" dan "Matilah, Israel".
Mussavi mengeluhkan banyaknya warga yang tak mendapat kertas suara dan serangan terhadap beberapa kantor kampanyenya serta penutupan situsnya di dunia maya. Jumat malam lalu, dia telah meminta pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei, turun tangan.
Menteri Dalam Negeri Sadegh Mahsoulli, yang menjadi penyelenggara pemilu di Iran, mengatakan pada Sabtu lalu bahwa keyakinan oposisi akan kemenangan Mussavi merupakan kesan yang salah. Mussavi hanya mendapat dukungan tinggi di kota-kota besar, tapi kurang mendapat suara di pedesaan.
Mussavi menyatakan menolak hasil pemilu dan meminta para pendukung dan ulama mitranya berjuang bersama. Tapi tak ada laporan tentang kehadirannya sepanjang hari itu, sehingga memunculkan gosip bahwa ia telah ditahan.
Dalam pernyataan di situsnya, Mussavi mengatakan, "Hari ini rakyat menyaksikan peristiwa kebohongan, kemunafikan, dan kecurangan. Saya mengimbau Saudara sebangsa untuk tetap tenang dan sabar."
Namun, Ayatullah Ali Khamenei menutup pintu atas bujukan untuk melakukan intervensi. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Sabtu sore lalu, dia mengucapkan selamat kepada Ahmadinejad atas kemenangannya dan mendesak agar kandidat yang kalah mendukung pemenang.
Dalam pidato televisi Sabtu malam lalu, Ahmadinejad meminta publik menghormati hasil pemilu seraya mengecam diplomat asing dan media yang kritis. "Semua mesin propaganda politik di luar dan sekutunya di dalam negeri telah dimobilisasi untuk menentang negara," ujarnya.
Sampai kemarin, diperkirakan 100 pendukung oposisi telah ditahan pihak berwajib. Adapun keberadaan Mussavi tetap tak diketahui.
Perolehan Suara Pemilu Iran
Mahmud Ahmadinejad: 62,6 persenMir Hossein Mussavi: 33,8 persen
Mohsen Rezai: 1,7 persen
Mehdi Karroubi 0,9 persen
TNYT | BBC | NUGROHO DEWANTO
* Ahmadinejad Menang, Amerika Blingsatan
* 100 Lebih Pendukung Reformasi Iran Ditahan