Berita Terkait
Menteri Pendidikan Anggap Tingkat Kelulusan Tak Penting
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menganggap lebih penting kejujuran ketimbang tingkat kelulusan siswa dalam ujian nasional. Karena itu, ia tak segan menghukum siswa yang berlaku curang dalam mengerjakan soal ujian.
“Bagi saya, tingkat kelulusan tidak penting. Yang penting adalah kejujuran,” kata Bambang seusai ceramah ekonomi syariah di Auditorium Fakultas Ekonomi UI, Depok, Jawa Barat kemarin.
Dalam ujian akhir nasional ia nilai bukan satu-satunya penentu kelulusan, karena masih ada hal lain, seperti budi pekerti, ujian praktek, dan nilai rapor, yang perlu mendapat perhatian.
Menurut dia, selama ini ujian akhir nasional dinilai sebagai satu-satunya syarat kelulusan. Padahal, dalam realitasnya, ujian nasional hanya salah satu syarat kelulusan.
Ketika ditanyai kemungkinan evaluasi hasil ujian nasional, Bambang enggan memberikan banyak komentar. “Evaluasi tanyakan ke penyelenggara,” kata dia. Penyelenggara ujian akhir nasional adalah Badan Standardisasi Nasional Pendidikan.
Di sejumlah sekolah di daerah, banyak lembaga pendidikan yang siswa sama sekali tidak ada yang lulus. Namun, di beberapa tempat, persentase kelulusan siswa meningkat. yang Di Malang, misalnya, 95,4 persen dari total 5.764 peserta ujian dinyatakan lulus.
Tingkat kelulusan siswa sekolah menengah kejuruan mencapai 96 persen. Adapun tingkat kelulusan siswa madrasah aliyah di Kabupaten Malang mencapai 83,1 persen dari total 1.937 siswa. "Hanya jurusan agama yang 100 persen lulus," kata Kepala Departemen Agama Kabupaten Malang, Mustain.
TIA HAPSARI | EKO WIDIANTO
* Perlunya Evaluasi Ujian Nasional
Web via