Berita Terkait
Timika Memanas, Polisi Gelar Operasi Khusus
TEMPO Interaktif, Timika: Mengantisipasi situasi yang makin memanas, polisi akan menggelar operasi khusus di Timika, Papua. Menurut jurubicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, dalam operasi ini, mereka akan dibantu Tentara Nasional Indonesia. “Ini bukan operasi seperti darurat militer. Ini operasi untuk penegakan hukum dan pemulihan keamanan,” kata Nanan, kemarin.
Operasi dilakukan menyusul terjadinya kembali Insiden penembakan. Kemarin siang, sedikitnya lima orang polisi dilaporkan terluka akibat tembakan gerombolan di jalur Jalan Timika-Tembagapura, Mile-54.
Brigadir Kepala Jimmy Reinhard terluka di kaki, Brigadir Dua Sumaji menderita luka tembak di tangan kanan dan telapak tangan kanan, Brigadir Dua Supriadi menderita patah pergelangan tangan kiri, Brigadir Satu Sardis Rumaropen menderita luka di perut, dan Brigadir Satu Abraham Ngamelubun mengalami luka paha kanan.
Menurut sumber Tempo di kepolisian, kelima polisi ini ditembak ketika melakukan pembersihan jalur jalan yang hendak dilalui rombongan Sekretaris Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamaman, Letnan Jenderal Roberto Romulo, menuju Timika. Kemarin, Romula datang ke kota itu untuk membicarakan situasi keamanan di Timika yang semakin tidak kondusif.
Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jendral Sulistyo Ishak membenarkan terjadinya insiden penembakan terhadap anggota Brigade Mobil di Mile-54. Namun, ia membantah soal jumlah korban yang terkena tembakan. "Ada dua orang yang tertembak, yakni Jimmy Reinhard dan Sardis Rumaropen," katanya kepada Tempo, semalam. Menurut Sulistyo, tiga orang lainnya mengalami luka-luka, tapi ia tak menjelaskan penyebab luka-luka tersebut.
Sulistyo juga membantah jika kelima anggota Brimob itu bertugas dalam rangka pengamanan kedatangan Sekretaris Menko Polkam Letjen Roberto Romulo. "Mereka sedang mengantar logistik untuk temannya di Mile-54," ujarnya.
Hingga kemarin, polisi belum bisa memastikan pelaku penembakan, termasuk insiden yang terjadi beberapa hari sebelumnya. "Kami masih melacak pelakunya," kata Sulistyo. Saat ditanya kemungkinan pelakunya adalah dari salah satu kesatuan elit militer, ia kontan mengelak. "Jangan buat berita yang tidak jelas," ujarnya.
TJAHJONO | TITO SIANIPAR | DWI WIYANA
* Perlu Investigasi Independen Ungkap Penembakan di Freeport
* Kontras Desak Polisi Selesaikan Kekerasan di Papua
* Korban Penembakan di Freeport Warga Australia
Web via