Hadapi Tommy Soeharto, Ical Ibaratkan Main Tenis

GolkarTEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie alias Ical siap bertarung melawan Hutomo Mandala Putra dalam memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Golkar. "Pertarungan itu ibaratnya bermain tenis, menang dan kalah hal biasa," ujar Ica, Selasa (18/8).

Aburizal dan Tommy Soeharto, panggilan anak kandung Presiden Soeharto itu, merupakan dua dari lima orang yang bakal maju untuk memimpin partai warisan Orde Baru itu. Tiga nama lainnya adalah Surya Paloh, Yuddy Chrisnandy, dan Ferry Mursidam Baldan.

Menurut Aburizal, Tommy memang punya kesempatan untuk bersaing menjadi orang nomor satu di partai berlambang beringin.  Ia tak melihat kemunculan bekas narapidana 15 tahun kasus pembunuhan Hakim Agung Syafruddin Kartasasmita tersebut akan mengembalikan Golkar seperti era Orde Baru. "Saya tidak tahu itu," ujarnya.

Tokoh senior Partai Golkar, Oetoyo Oesman, mengingatkan Partai Golkar di masa mendatang jangan sampai dipimpin oleh orang yang memiliki rekam jejak pernah mencederai hati rakyat. "Saya tidak bicara orang per orang. Kami bicara kriteria.  Pemimpin Golkar nantinya janganlah orang yang pernah mencederai kebijaksanaan untuk mensejahterakan rakyat," katanya Oetoyo disela seminar bertajuk Golkar Bangkit di Hotel Sultan.

Dia menegaskan, rekam jejak yang bersih penting dimiliki oleh pemimpin partai. Apalagi citra Golkar yang mendapat julukan partai orang-orang oportunis dan pragmatis. "Pemimpin Golkar kelak harus mampu mengubah citra itu," katanya. "Golkar harus yang dekat dengan rakyat."

Partai Golkar akan menggelar musyawarah nasional 4 hingga 7 Oktober mendatang. Musyawarah yang digelar di Pekanbaru, Riau, agenda utamanya memilih ketua umum menggantikan Jusuf Kalla, yang tak lagi berminat memimpin Golkar.

Tommy Soeharto sempat dipertanyakan hasratnya mau memegang kendali Golkar. Dalam jumpa pers siang tadi, ia mengatakan dengan kondisi bangsa Indonesia nyang terancam pecah. Tommy menyebutkan bukti Negara Kesatuan RI dalam turbin perpecahan, yaitu lepasnya Timor Timur dan hilangnya dua pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan pemerintahan Kerajaan Malaysia.

Ketua Partai Golkar Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi, Syamsul Mu''arif mengatakan, calon ketua umum harus mengikuti syarat dan prosedur sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Salah satu aturan itu mengharuskan calon ketua mesti sudah masuk keanggotaan partai minimal 10 tahun dan menjadi pengurus atau satu tingkat ke bawah.

Setelah memenuhi itu akan dibawa ke tim verifikasi. "Kemudian tim munas akan menyeleksi, kalau lolos ditetapkan calon sementara," katanya. Nanti calon itu harus mendapatkan dukungan 1/3 dari hak suara di arena munas. Dalam Musayawarah Nasional 2004 itu ada sekitar 150 suara sah dari daerah tingkat I, daerah tingkat II dan ormas pendukung sebagai calon tetap untuk dipilih.

Menurut Syamsul, semua kader memiliki hak maju asal memenuhi syarat. "Golkar terbuka. Tommy menyatakan tidak pernah keluar dari Golkar tapi apakah sudah 10 tahun," katanya.

EKO ARI WIBOWO

* Tommy Soeharto Ingin Jadi Bos Golkar

* Hasrat Yuddy Chrisnandi Pimpin Golkar Menggebu

* Golkar Pastikan Musyawarah Nasional 6 - 8 Oktober  

  • Send
  • Print