Noor Din Diduga Lari ke Perbatasan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Noor Din M. Top diperkirakan sudah berada di perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia sejak 20 Juli 2009, tiga hari setelah pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. "Polisi sedang mencarinya di sekitar Sebatik-Nunukan," kata sumber Tempo kemarin.

"Dia sedang menunggu jemputan dari jaringannya untuk menuju Tawao, Malaysia," ujarnya. Ia menuturkan, Noor Din ingin bersembunyi di Malaysia selama Ramadan. Sumber itu pun yakin Noor Din akan aman di negeri asalnya itu.

Noor Din menuju Kalimantan Timur lewat laut dari Jawa Timur. "Dia lolos karena mengenakan cadar."

Ia menjelaskan, jaringan yang membantunya itu juga yang memuluskan pelarian Ali Imron, pelaku Bom Bali I, sebelum akhirnya dicokok di Kalimantan. Mereka pula yang berlatih perang di Kalimantan dengan sasaran foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Polisi mengetahui pelarian itu setelah menyadap hubungan telepon jaringan Noor Din di Jawa Timur hingga ke Kalimantan Timur. Polisi pun yakin, ketika Mega Kuningan diledakkan, Noor Din sudah berada di Jawa Timur. Tapi jejak mereka terputus pada 20 Juli 2009. "Diperkirakan tanggal itu dia sudah di perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia," ucapnya.

Menurut sumber itu, jaringan yang membantu Noor Din adalah bekas anggota Laskar Kompak Kayamaya, Poso, plus aktivis NII yang berada di Filipina Selatan. "Tapi sampai sekarang mereka belum mendapat akses untuk menyeberangkan dia," katanya.

Juru bicara Polri, Inspektur Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, belum bisa dimintai konfirmasi. Sejak kemarin sore ia tak menjawab telepon dari Tempo. Pesan pendek pun tak dibalas.

Juru bicara Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Komisaris Besar Rudi Pranoto, menyatakan belum ada penangkapan teroris. Namun, kemarin siang, sekitar 11.00 Wita, enam personel reserse kriminal Polda Kalimantan Timur dan lima anggota Brigade Mobil meninggalkan kantor polda dengan senjata lengkap. Sambil bergegas, pasukan itu menolak menyebutkan tujuan serta target operasi.

Di Jakarta, polisi kemarin melansir empat nama yang diduga terlibat dalam aksi pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta bulan lalu. Tiga di antaranya ''''nama baru'''': Mohamad Syahrir, Bagus Budi Pranoto, dan Ario Sudarso alias Mistam Husamudin. Satu tersangka lainnya sudah kerap disebut sebelumnya, yakni Syaifudin Zuhri, 33 tahun.

Peran Syaifudin sudah diketahui. Dia sebagai perekrut pelaku bom bunuh diri Marriott-Ritz. Tapi polisi masih mendalami peran ketiga buron lainnya. "Terlibatnya macam-macam, ada yang kurir," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji di kantornya kemarin.

Sumber Tempo mengungkapkan, ketiga buron itu berperan menyiapkan urusan teknis pengeboman Marriott-Ritz dan, selanjutnya, pembunuhan Presiden di Puri Cikeas. "Nama mereka itu disebut oleh para tersangka yang sudah tertangkap, seperti Amir Abdillah," ujarnya.

l Jobpie S. | SG WIBISONO | NIEKE I | CORNILA DESYANA | IVANSYAH

  • Send
  • Print