Berita Terkait
Perbankan Diminta Turunkan Bunga untuk Korban Gempa
TEMPO Interaktif, Padang - Bank Indonesia Perwakilan Padang mendesak perbankan yang beroperasi di Ranah Minang menurunkan bunga kredit untuk mempercepat pembangunan kembali hotel-hotel yang rusak pascagempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter, 30 September silam. "Kami berharap perbankan menurunkan bunga atau memberikan kredit khusus," kata Kepala Bank Indonesia Padang Romeo Rissal kepada Tempo akhir pekan lalu.
Dia mengatakan perbankan punya ikatan emosional dengan pengusaha perhotelan karena hotel adalah sarana utama untuk bisnis. "Bagaimana investor mau masuk kalau tidak ada tempat menginap?" kata Romeo. "Masak mau bawa tenda sendiri?"
Sejauh ini, Romeo melanjutkan, baru Bank CIMB Niaga yang berkomitmen menurunkan suku bunga kreditnya sebesar 4-5 persen dengan pelaksanaan periode sekarang sampai enam bulan ke depan.
Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasjid sebelumnya mengatakan kebijakan tersebut adalah upaya meringankan beban para debitor yang menjadi korban gempa. "Kami berharap dapat memberikan solusi bagi para debitor agar tetap dapat menjalankan usahanya pascagempa," ujarnya.
Akibat gempa, sebagian besar hotel berbintang di Padang hancur atau rusak berat, di antaranya Hotel Hayam Wuruk (bintang satu), Hotel Ambacang, Hotel Inna Muara, dan Hotel Rocky (ketiganya berbintang tiga), serta Hotel Bumi Minang (bintang empat).
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatera Barat memperkirakan kerusakan fasilitas hotel di Padang akibat gempa mencapai 80 persen. Akibatnya, 500 kamar dari 1.200 kamar tidak lagi bisa digunakan.
Hingga hari ke-11 setelah gempa, perekonomian di Kota Padang sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sejumlah pasar tradisional sudah dibuka, seperti Pasar Siteba, Pasar Bandar Buat, dan Pasar Lubuk Buaya. Sejumlah pertokoan di Pasar Raya, yang merupakan pasar tradisional terbesar di Padang, juga sudah buka.
Namun, hampir semua pasar modern masih tutup karena bangunannya rusak. Plaza Andalas, pasar modern terbesar, sekeliling bangunannya ditutup dengan pagar seng. Matahari Department Store, yang terletak di kawasan Pasar Raya Padang, juga masih tutup dan tidak ada penjagaan.
Rosmani, pedagang pakaian dalam di salah satu kios di bawah Matahari Department Store, mengaku mulai berjualan karena banyak orang yang butuh pakaian dalam. Amril, penjual makanan di Toko Amanah, di gedung Rajawali, Pasar Raya Padang, mengaku tidak begitu banyak pembeli yang datang. "Orang dari kampung-kampung belum berani masuk ke toko karena masih trauma," katanya.
Adapun harga sejumlah bahan makanan di Pasar Raya Padang masih mengalami kenaikan. Namun, dibanding sehari setelah gempa, harga bahan makanan sudah mulai turun. Misalnya, cabai merah keriting saat ini harganya Rp 41 ribu per kilogram, jauh lebih rendah dibanding sehari setelah gempa yang mencapai Rp 95 ribu. Harga mi instan naik dari Rp 50 ribu per karton menjadi Rp 70 ribu. Adapun harga air mineral naik dari Rp 40 ribu satu karton menjadi Rp 60 ribu.
FEBRIANTI
BERITA TERKAIT:
Mahasiswa Korban Gempa Dibebaskan dari Biaya Kuliah
Australia Bantu Rp 145 Miliar untuk Pemulihan Gempa Tasikmalaya dan Padang